SuaraJogja.id - Uskup Agung Semarang Robertus Rubiyatmoko menyesalkan larangan perayaan Natal yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung, Sumatra Barat. Sebab, semua orang seharusnya bisa merayakan hari raya sesuai agama dan imannya.
"Menurut hemat saya, larangan seperti itu [di Dharmasraya] tidak pada tempatnya," ujar Robertus usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Senin (23/12/2019).
Menurut pemuka agama yang akrab disapa Romo Ruby ini, Indonesia dikenal menghayati dan menjunjung tinggi serta menghargai Bhineka Tunggal Ika. Karenanya, meski Pemkab Dharmasraya mengklaim pelarangan perayaan Natal karena tidak ada rumah ibadah, hal itu perlu dikaji lebih lanjut.
"Apa yang jadi alasan mereka, perjuangan mereka, itu yang perlu kita lihat lebih teliti supaya kita tidak bisa memberikan penilaian langsung tanpa melihat data-data yang kongkrit," ungkapnya.
Sebelumnya, Program Manager Pusaka Foundation Padang menyebutkan, terjadi larangan perayaan Natal di Dharmasraya dan di Pesisir Selatan. Padahal terdapat 22 Kepala Keluarga (KK) umat Kristiani di Dharmasraya dan 15 KK umat Kristiani di Pesisir Selatan.
Di kedua kabupaten itu tak ada rumah ibadah untuk umat Kristiani, sehingga mereka di Dharmasraya harus merayakan Natal ke gereja terdekat di Sawahlunto, yang berjarak 135 km.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat
-
Dinsos DIY Tak Buka Posko Aduan Desil, Cari Formula agar Warga Tak Kehilangan Bantuan
-
Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng
-
BRI Pertemukan PMI Yuni Lestari dengan Ibu Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
Siswa Bantul Bawa Pulang Emas dari Kejuaraan Taekwondo Internasional di Korea Selatan