SuaraJogja.id - Warga Ngemplak, Senin (20/1/2020) dikejutkan dengan penemuan bayi di dalam kardus.
Mengutip dari unggahan akun Twitter @merapi_news, bayi tersebut ditemukan di belakang kantor BRI Sendik, Jalan Kaliurang 14,5.
Bayi mungil tersebut pertama kali ditemukan oleh Teguh. Ia saat itu melihat sebuah kardus tergeletak di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya.
Curiga dengan isinya, ia kemudian mengecek kardus tersebut. Saat dilakukan pengecekan di dalam kardus terlihat sesosok bayi yang terbalut kain sweater berwarna orange biru.
"Pak teguh yang melihat bayi tersebut kemudian minta bantuan ke warga. Bayi itu kemudian dibawa ke puskesmas Degolan...Alhamdulillah bayi berjenis kelamin perempuan itu sekarang sudah beradan di Puskesmas Koroulon," tulis keterangan unggahan dari @merapi_news.
Temuan bayi itupun mengundang komentar para netizen yang mengaku geram dengan si pembuang bayi.
"Oh ala tega benar orangtuanya.." kata akun @Rheykel1.
"Ngga bisa merasakan apa ya, kami aja yang udah nikah tahun-tahunan belum dikaruniai putra," ungkap akun @ReynardAde.
"Tega buang anak tak berdosa, yang belum punya anak aja pengen punya anak lah ini malah dibuang kejam bener," kata akun @irma_agt.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp70 Ribu per Kg, Pedagang Sleman Ungkap Sebabnya
"Tuhan tolong cabut nyawa mereka yang tidak bertanggung jawab, bayi ngga salah kok dibuang, gubluk," kecam akun @tyakk20.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Kades Curhat Harus Urus Kopdes hingga Program Lain Terabaikan, Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD DIY
-
Ars Longa: Generatio, Awal Trilogi ARTJOG Bicara soal Warisan Luka
-
Geger di Lintasan Mandiri Jogja Marathon, Insiden Marshal dan Ajudan Danrem Berakhir Damai
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang