SuaraJogja.id - Setelah sempat anjlok, harga bawang putih di pasar tradisional Gunungkidul cenderung stabil. Di pasar argosari Wonosari, misalnya, harga bawang putih 1 kg-nya mencapai Rp35.000 sedangkan untuk bawang kating para pedagang menjual di harga Rp41.000 perkilogramnya.
Kunto, salah seorang pedagang di Argosari Wonosari menuturkan setelah sempat anjlok dari harga Rp60.000 per kilogramnya menjadi Rp35.000, empat hari yang lalu kondisi harga bawang putih di pasar ini memang cenderung stabil. Tidak ada lonjakan berarti meskipun harga jual bawang putih Setelah mengalami penurunan.
"Masih sama penjualannya. Sehari ya bisa 50 sampai 60 kg," tutur Kunto, Selasa (25/2/2020).
Selain itu harga-harga yang cenderung tinggi adalah gula pasir saat ini ia menjual secara grosir di harga harga Rp14.300 per kg nya. Namun jika membeli dalam jumlah yang sedikit ia mengaku menjualnya dengan harga sekitar Rp15.000 per kilogramnya.
Baca Juga: Pemkab Gunungkidul Stop Semua Ekstrakurikuler Berisiko Tinggi di Sekolah
Sejak akhir bulan lalu harga gula pasir di pasar tradisional memang mengalami kenaikan. Sebab harga dari distributor pun mengalami lonjakan yang cukup tinggi dari harga Rp12.000 per kilogramnya menjadi Rp14.000. Berdasarkan keterangan dari distributor saat ini memang stok gula mulai menipis akibat tidak ada pabrik gula yang berproduksi.
"Sekarang bukan musim produksi. Tetapi musim pemupukan," tuturnya.
Untuk harga bawang merah ia mengaku menjual Rp24.000 per kg-nya. Harga tersebut sama dengan harga kemarin. Sementara untuk cabe merah besar ia menjual seharga Rp65.000. Cabe merah keriting bila dijual seharga Rp50.000 sementara cabe rawit ia jual Rp30.000 perkilogramnya.
Pedagang yang lain, Fajar mengatakan saat ini harga-harga yang mengalami penurunan adalah minyak goreng curah karena hanya dijual Rp10.000 hingga Rp11.000 per liternya. Sementara untuk minyak goreng kemasan harganya justru mengalami kenaikan dari Rp12.000 menjadi Rp14.000.
"Kalau minyak goreng curah itu karena permainan kayaknya. Dulu kan pernah ada rencana penghapusan minyak goreng curah tetapi sampai sekarang kan tidak terbukti. Mungkin karena ingin menaikkan pajak saja," kata Fajar.
Baca Juga: Pasca Laka Air SMPN 1 Turi, Bupati Gunungkidul Panggil Para Pembina Pramuka
Dari pantauan Suarajogja.id meskipun permintaan sekarang cenderung turun tetapi harga daging sapi masih stabil yaitu berkisar di harga Rp118.000 hingga Rp130.000 per kilogramnya tergantung jenis klasifikasi daging tersebut. Sementara untuk daging ayam berada di harga Rp34.000.
Berita Terkait
-
Liburan ke Gunungkidul? Jangan Sampai Salah Pilih Pantai! Ini Dia Daftarnya
-
3 Gempa Berkekuatan Lebih dari Magnitudo 5 Guncang Indonesia Kurang dari Sehari
-
Kenali Ciri-Ciri Rip Current, Arus Kuat Pantai Drini yang Seret Belasan Siswa SMP Mojokerto
-
Daftar Nama Korban Siswa SMP 7 Mojokerto yang Terseret Ombak Pantai Drini Gunungkidul
-
Warga Curi Kayu Dihukum Bui 5 Tahun, Koruptor Rp300 T Cuma Penjara 3 Tahun
Terpopuler
- CEK FAKTA: Diskon Listrik 50 Persen Berlaku Lagi, Periode Maret-April 2025
- Pembagian Port Grup Piala Dunia 2026 Dirilis, Ini Posisi Timnas Indonesia
- Masak Rendang 12 Kg, Penampilan BCL di Dapur Jadi Omongan
- Cruiser Matik QJMotor SRV 250 AMT Paling Digandrungi di Indonesia
- Persija Jakarta: Kalau Transfer Fee Oke, Rizky Ridho Mau Ya Silahkan
Pilihan
-
Petaka Mees Hilgers: Cedera Jadi Kontroversi Kini Nilai Pasar Terus Turun
-
Potret Denny Landzaat Salam-salaman di Gereja Saat Lebaran 2025
-
Media Belanda: Timnas Indonesia Dapat Amunisi Tambahan, Tristan Gooijer
-
Jumlah Kendaraan 'Mudik' Tinggalkan Jabodetabek Tahun Ini Meningkat Dibandingkan 2024
-
PSSI Rayu Tristan Gooijer Mau Dinaturalisasi Perkuat Timnas Indonesia
Terkini
-
Waspada Lonjakan Sampah Lebaran, Yogyakarta Siapkan Jurus Ampuh Ini
-
Libur Lebaran Tetap di Jogja? Ini Strategi Dinas Pariwisata Agar Wisatawan Betah
-
Idul Fitri, Haedar Nashir Ingatkan Jiwa Khalifah Luntur, Umat dan Pemimpin Akan Bermasalah
-
Tiket Ludes, Yogyakarta Diserbu Pemudik: KA Java Priority Jadi Primadona
-
Hasto Wardoyo Jamin Takbir Keliling Tak Ganggu Lalu Lintas Jogja, Tapi Ada Syaratnya