SuaraJogja.id - Berbagi bisa dilakukan siapapun tanpa mengenal status. Entah kaya, berkecukupan ataupun miskin, semua orang bisa melakukannya.
Rasa ingin berbagi kepada seama, terlebih kepada saudara seperjuangan terkadang memunculkan keinginan melebih batas-batas nilai ekonomi. Hal itulah yang mungkin dirasakan Ahmad Ramli (42), seorang pedagang kelontong di Jalan Selokan Mataram Depok, Sleman.
Ia bersama keluarganya sudah lima tahun berjualan di lokasi setempat. Keluarganya adaah keluarga sederhana, sebagaimana layaknya keluarga pedagang yang lain.
Kedermawanan lah yang membuat keluarga sederhana ini spesial. Ramli dan keluarganya membagikan air botol gratis kepada ratusan driver ojek online saat terjadi gesekan yang melibatkan ratusan driver ojol dengan terduga debt collector (DC), Jumat (6/3/2020).
"Saya lakukan dengan spontan (membagikan air minum). Saya melihatnya, kasihan karena mereka sudah jalan jauh (long march) dan terlihat lelah. Akhirnya saya keluarkan kardus air botol dan saya bagikan kepada ojol yang melintas," ungkap Ramli saat ditemui Suarajogja, Selasa (10/3/2020).
Ramli menyebut, awalnya banyak driver yang kehausan dan membeli air ke tokonya. Saat tensi panas terjadi, hampir seluruh toko di sepanjang jalan Selokan Mataram tutup karena takut terjadi aksi ricuh.
"Banyak driver yang beli ke toko saya. Sebenarnya kami juga mau tutup karena takut ricuh, ternyata tidak. Namun melihat orang-orang kelelahan akhirnya kami keluarkan tujuh kardus air minum dan dibagikan secara gratis, hitung-hitung amal. Kami hanya kasihan saja melihatnya," terang Ramli.
Ramli sendiri mengaku, dirinya memang seringkali membagikan barang dagangannya secara gratis. Meskipun ia sendiri mengaku sedikit takut kericuhan terjadi.
"Biasanya ada pengemis yang suka minta makanan, ya kami bagikan saja. Selain itu lokasi ini (Selokan Mataram) banyak terjadi kecelakaan, korban biasanya kami bawa ke toko dan kami bantu," kata Ramli sembari menawarkan makanan pada kami.
Baca Juga: Jabar Siaga 1 Virus Corona, Bandung Tetap Gelar Festival Asia-Afrika
Dalam aksi yang melibatkan driver ojol dengan terduga DC di Surabaya, Ramli membagikan tujuh kardus air botol yang dia bagikan secara cuma-cuma. Satu kardusnya berisi 24 botol.
Ramli sedikit enggan sewaktu ditanyai perihal harga satu mieral kardus di tokonya. Namun, sembari berbisik ia akhirnya memperkirakan totalnya kira-kira Rp301 ribu.
"Kami hanya ingin membantu orang-orang yang kelelahan saja. Kami sudah ikhlas, yang penting mereka semua tidak kehausan," ungkap dia.
Adik Ramli, Hudiadi (24) menerangkan, usaha tersebut merupakan bisnis keluarga. Keluarga mereka adalah perantau yang berasal dari Madura.
"Kami awalnya dari Madura, dulunya kami hanya nelayan. Karena berfikir usaha adalah cara agar kami bisa bertahan hidup, akhirnya kami merantau ke Yogyakarta dan memilih usaha kelontong ini," ungkap Hudi.
Gayung bersambut, usai tensi panas mereda pada pukul 20.00 WIB, perlahan banyak orang mendatangi tokonya. Penyebabnya, satu-satunya toko kelontong yang buka adalah toko milik Ramli dan keluarga.
Berita Terkait
-
Ricuh Terduga DC vs Ojol, Ini Tanggapan Gojek
-
Driver Ojol yang Tertembak di Babarsari Sempat Bopong Rekannya yang Terluka
-
Sempat Memanas di Selokan Mataram, Air Hujan Redakan Emosi Para Driver Ojol
-
Suasana Terkini Pascaricuh Ojol dengan DC yang Terjadi di Kawasan Babarsari
-
Sempat Deklarasi Damai, Ricuh Ojol dengan DC Kembali Terjadi di Babarsari
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Langkah Nyata Dukung Akses Keuangan, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM & CRM
-
Lagi! Pencurian Gamelan Terjadi di UGM, Diduga Pelaku yang Sama Beraksi di Kampus Lain
-
Campak di DIY Masih Mengancam, 112 Kasus Ditemukan, Dinkes Percepat Vaksinasi untuk Cegah Penularan
-
Dari Jalanan ke Sawah, Kisah Petani Punk Gunungkidul yang Kini Pasok Dapur MBG
-
Peringati Hari Lahir Mendiang Istri, Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Kulon Progo