SuaraJogja.id - Inovasi untuk memutus penyebaran wabah Covid-19 terus dilakukan. Terbaru, sejumlah dosen UGM berkolaborasi membuat bilik disinfektan yang diberi nama ID-Chamber yang sudah diuji cobakan ke beberapa tempat salah satunya di RSA UGM.
"Menurut sejumlah pihak, alat semacam fog chamber ini bisa membantu membersihkan permukaan orang yang masuk di dalamnya. Alat ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam melawan virus ini," tutur Sekretaris DPkM UGM, Dr. Rachmawan Budiarto, seperti rilis yang diterima SuaraJogja.id, Kamis (26/3/2020).
Huruf “ID” dalam nama bilik disinfektan ini diambil dari inisial salah satu guru besar UGM yang beberapa hari lalu meninggal dunia akibat Covid-19.
Ide pembuatan alat ini muncul dari keprihatinan para dosen atas kebutuhan yang mendesak untuk alat yang bisa diproduksi secara cepat dan didistribusikan ke berbagai fasilitas layanan publik, utamanya layanan medis.
“Ada banyak teori tentang alat disinfektan, dan teori itu harus segera diwujudkan sebagai solusi riil untuk kondisi darurat. Nanti saat kondisi sudah normal kembalik saat Indonesia sudah bisa mengalahkan Covid-19, alat ini bisa dikembangkan sendiri untuk kemandirian bangsa,” ungkapnya.
Alat yang menyemprotkan kabut cairan disinfektan ini bisa dipakai di dalam atau di luar ruangan. Para peneliti dan dosen yang membuat alat ini memiliki latar belakang keilmuan di bidang teknik dan kedokteran.
Mereka membuat alat ini di sebuah bengkel yang mereka miliki, dan saat ini tim sedang dalam tahap pembuatan unit kedua untuk dapat segera difungsikan di lokasi lainnya. Tim ini, ujarnya, juga siap untuk membuat dan memasang bilik disinfektan jika ada pemesanan dari luar UGM.
"Saat ini bengkel tim sedang terus membuat berdasarkan pesanan," imbuhnya.
Baca Juga: Satu Guru Besar Meninggal karena COVID-19, UGM Gelar Upacara Penghormatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning