SuaraJogja.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mengonfirmasi pasien positif COVID-19 yang mereka rawat telah sembuh. Pasien asal Pedukuhan Surudendo, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul ini sudah diperkenankan pulang.
Kesembuhan pasien tersebut dikonfirmasikan oleh Direktur Utama RSUD Wonosari dr Heru Sulistyowati, Sabtu (4/4/2020) pagi. Pasien yang berumur 55 tahun tersebut adalah warga yang mudik dari Jakarta ke Bedoyo.
"Kabar gembira, alhamdulillah pasien yang positif COVID-19 yang dirawat di RSUD [Wonosari], hasil pemeriksaan evaluasi laboratorium swab dua kali sudah negatif. Rencana hari ini akan dipulangkan," tutur Heru, Sabtu melalui nomor pribadinya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr Dewi Irawaty mengucapkan selamat pada pihak RSUD Wonosari, yang telah merawat pasien positif tersebut hingga akhirnya dinyatakan sembuh. Dewi menambahkan, pemantauan selanjutnya akan dilakukan petugas Puskesmas Ponjong 2. Ia berharap, pria tersebut menjadi pasien positif pertama dan terakhir di Gunungkidul.
"Selamat ya Bu Heru dan teman-teman RSUDW dengan telaten dan semangat merawat pasien sampai sembuh," ujar Dewi.
Sebelumnya, pria berumur 55 tahun tersebut datang dari Jakarta dalam keadaan sehat pada 3 Maret 2020 lalu. Pekerja bangunan itu bahkan sempat berinteraksi dengan banyak warga yang berada di wilayah Desa Bedoyo.
Tak hanya itu, pada 13 dan 14 Maret 2020 lalu, yang bersangkutan juga sempat hadir turut membantu pelaksanaan hajatan yang diselenggarakan tetangganya. Hal ini dimaklumi karena sudah menjadi tradisi di wilayah Gunungkidul, jika ada warga yang menggelar hajat, maka hampir seluruh warga desa turut hadir membantu.
Ketika membantu hajatan tersebut, yang bersangkutan sama sekali tidak mengeluhkan sakit apa pun dan baru pada 16 Maret 2020 ia merasakan keluhan dan sempat berobat ke salah satu rumah sakit swasta, lalu diperkenankan untuk pulang dan disuruh mengonsumsi obat dari dokter.
Namun pada 18 Maret 2020, sakit yang diderita tak kunjung membaik, sehingga yang bersangkutan kembali berobat ke rumah sakit swasta di Karangmojo. Rumah Sakit tersebut memutuskan, pasien tidak boleh pulang karena ada tanda-tanda mengarah ke COVID-19.
Baca Juga: Tata Janeeta Halu Lagi, Unggah Foto Pernikahan dengan Hyun Bin
"Karena rumah sakit tersebut juga belum ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, sehingga akhirnya yang bersangkutan dirujuk ke RSUD Wonosari. Tanggal 21 Maret 2020 pasien sempat membaik. Padahal sejatinya saat itu pihak rumah sakit sebenarnya hendak merujuk ke RSUP Sardjito," terang Dewi.
Namun dengan alasan ruangan penuh, kondisinya sudah membaik, dan setelah berkonsultasi dengan beberapa pihak, maka RSUD Wonosari mengarahkan pasien untuk isolasi diri di rumah. Ia pun diperkenankan untuk pulang ke rumahnya dengan status tetap diawasi, atau pasien dalam pengawasan (PDP).
Ia baru saja diketahui positif menderita COVID-19 pada 25 Maret 2020 lalu, sehingga pada Kamis (26/3/2020), pasien yang positif tersebut dijemput untuk diisolasi di RSUD Wonosari meskipun sebenarnya kondisi sehat dan tidak mengeluh sakit apa pun.
"Walau tidak mengeluh sakit, tetapi berpotensi menularkan, makanya kami jemput untuk diisolasi," tambah Dewi.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Update Corona 3 April 2020 di Jogja: 31 Positif, 13 Meninggal
-
Kabar Baik Hari Ini: 60 Pasien Corona di RSPI Sulianti Saroso Sembuh
-
Isolasi Mandiri, Warga Ngemplak Dibantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Harian
-
PDP Bantul yang Sempat Telantar Akhirnya Meninggal di Sardjito
-
Bayi 4 Bulan Positif Corona di Kulon Progo Berangsur Membaik
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data
-
Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus
-
Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi
-
Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah