SuaraJogja.id - Rencana renovasi Gelanggang Universitas Gadjah Mada (UGM) tampaknya masih menjadi persoalan di tubuh mahasiswa. Rencana pembangunan ulang yang dinilai tanpa melibatkan mahasiswa ini menyulut reaksi keras mahasiswa. Mereka mengutarakan protes dengan mencoret dinding gelanggang.
Memang banyak cerita tersimpan di lokasi yang menjadi kumpulan sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) itu. Rezki Firmansyah, salah seorang anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), mengaku, dari gelanggang, dirinya menemukan arti solidaritas.
"Gelanggang memiliki peran besar untuk mahasiswa di sini. Di samping kami harus mengejar bidang akademik, dari gelanggang ini kami bisa mengasah soft skill yang belum tentu didapat di bangku kuliah. Memang bukan dari gelanggangnya, tapi di UKM masing-masing, tapi bagi saya, tidak ada gelanggang, wadah untuk berkreativitas juga tidak akan ada," terangnya, ditemui SuaraJogja.id di Gelanggang UGM, Jumat (1/5/2020).
Mahasiswa yang sejak semester 1 aktif di kegiatan mahasiswa ini menilai bahwa solidaritas antar-UKM tercipta karena ada di Gelanggang UGM. Banyak kegiatan yang biasa dilakukan para mahasiswa di sana.
"Sebelumnya, UKM Mapala itu kan hanya ada di fakultas, jadi dari tingkat universitas ini tidak ada, tapi karena kami kerap kumpul, berdiskusi, dan memikirkan perkembangan UKM, akhirnya tercipta organisasi Pecinta Alam tingkat universitas. Jika bukan karena solidaritas, hal itu tak akan tercipta," ungkap dia.
Tak hanya Rezki, mahasiswa lainnya, Salman Hanif, juga mengatakan, Gelanggang UGM menjadi lokasi yang baik untuk mengembangkan kepribadian.
"Memang menjadi pilihan masing-masing orang bersedia atau tidak untuk berkembang. Namun, adanya fasilitas di sini membantu kami mengasah kemampuan. Di sisi lain, banyak teman di gelanggang membuat kami bisa bertukar pikiran dan berdiskusi hal-hal positif," terangnya.
Tak dipungkiri, Gelanggang UGM menjadi salah satu lokasi mahasiswa beristirahat di tengah penatnya jam kuliah. Namun begitu, tetap saja Gelanggang UGM menjadi wadah mahasiswa berekspresi.
Rencana pembangunan ulang Gelanggang UGM sebenarnya didukung mahasiswa. Bahkan sejak 2015 lalu, isu renovasi tersebut disambut baik oleh seluruh pihak kampus.
Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Mengaku Lebih Bahagia di Usia 38
"Sudah sejak 2015 lalu rencana renovasi ini muncul, tetapi terhenti karena beberapa alasan. Lalu 2016 juga muncul dan 2018 sudah cukup ramai siap direnovasi, tapi semuanya urung dilakukan. Pada 2018 lalu kami sempat dilibatkan untuk renovasi itu," jelas Rezki.
Pihaknya menyayangkan rencana renovasi yang mencuat pada 2019-2020 ini terkesan mendadak. Bahkan maket pembangunanya sudah jadi tanpa ada mahasiswa yang dilibatkan.
"Ditambah lagi dengan pendemi corona yang mucul saat ini. Kami diminta untuk mengosongkan lokasi sebelum tanggal 28 April. Jelas hal itu membuat kami kecewa dan melakukan protes. Kenapa harus secepat itu? Padahal situasi masih darurat karena corona. Harapannya ini menjadi perhatian atasan," terang dia.
Penanggungjawab Gelanggang Bergerak Iqbal Tuwasikal juga menyoroti waktu permintaan pengosongan yang terlalu cepat.
"Isu utamanya bukan pada renovasi, tapi pada waktu pengosongan gelanggang dan rencana dilanjut dengan perubuhan atau pembongkaran, kok dilakukan di masa pandemi seperti ini?" kata Iqbal.
Ia melanjutkan, UKM diperintahkan mengosongkan sekretariat sebelum 28 April 2020. Mahasiswa harusmembongkar dan memindahkan semua barang, dojo tempat latihan, ring basket, hingga papan panjat sebelum waktu yang ditetapkan.
Berita Terkait
-
Penggusuran Gelanggang UGM Diprotes, Jagal: Ini Juga Bukan Kehendak Kami
-
Seminar Tesis dari Kontrakan, Begini Kisah Rangga Mahasiswa S2 Filsafat UGM
-
Social Distancing Bikin Jenuh, Youtuber UGM Ini Ungkap Sisi Positifnya
-
Rektor UGM Buka Opsi Tes Kejiwaan Mahasiswa Terduga Perusakan Pos Polisi
-
Pelaku Perusak Pos Satlantas di Kentungan Mahasiswa UGM, Ini Kata Rektorat
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Digeruduk Masa Akibat Pelayanan Lambat, Pemkab dan BPN Sleman Sepakati Evaluasi Besar
-
Penyelenggara Event di Jogja Ketar-ketir,Imbas Rupiah Melemah dan BBM Naik
-
Harga Pertamax Naik, Pekerja Bergaji UMR di Jogja Kian Terjepit
-
Hasil Audit Kasus Dugaan Malapraktik Balita, RSUD Prambanan Sebut Tak Ada Kelalaian Medis
-
BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi Makin Praktis