SuaraJogja.id - Perjalanan karier anggota K-Pop girl group Secret Number asal Yogyakarta, Dita Karang, hingga terkenal saat ini tak lepas dari proses yang panjang. member yang menjadi lead dancer dari Secret Number tersebut sempat putus asa ketika tinggal di New York, Amerika Serikat hingga memutuskan terbang ke Korea Selatan.
Ditemui di kediamannya, di wilayah Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, paman Dita Karang, Suryo Arifin, menjelaskan bahwa keponakannya sempat kesulitan mencari pekerjaan di AS.
"Dita ini kan sebenarnya lead dancer, sejak lulus dari American Music and Drama Academy (AMDA) di New York, dia mencari pekerjaan hanya dapat yang kecil-kecil seperti teater, dia tidak puas. Akhirnya dia pulang ke Yogyakarta dan memutuskan masuk ke K-Pop," ungkap Suryo kepada SuaraJogja.id, Selasa (26/5/2020).
Bukan tanpa alasan Dita Karang memutuskan ke Korea Selatan. Menurut Suryo, gadis penyuka gudeg itu cukup sulit mendapatkan peran utama.
"Jika di Amerika untuk menjadi peran utama memang harus berwajah bule dan berambut blonde, seperti halnya pemeran Romeo dan Juliet. Karena [Dita] berwajah Asia hanya bisa menjadi pemeran pembantu," jelasnya.
Sekitar 2017 lalu, anak bungsu dari dua bersaudara ini memutuskan untuk hijrah ke Korea Selatan. Bermodal kemampuannya menari, Dita sempat mengikuti ajang idol selama tiga bulan di Korea.
"Dia paham ketika terus di Amerika apa yang dia inginkan tak bisa tercapai, sehingga memutuskan ke Korea Selatan dan selama tiga bulan mengikuti ajang idol. Setelah itu ada sebuah manajemen yang memanggilnya," jelas Suryo.
Awalnya tidak langsung diterima, Suryo membeberkan, baru sekitar 2018 ada panggilan lagi yang mengajak keponakannya bergabung ke industri K-Pop.
"Saya juga kurang tahu persis, yang jelas dia sudah dua tahun di Korea dan beberapa bulan ini menjadi terkenal setelah muncul namanya di grup Secret Number itu," tambah dia.
Baca Juga: Kepincut 'Torpedo' Besar Pemulung, Guru Digerebek Berzina saat Gema Takbir
Perjalanan Dita Karang mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Hanya saja, kerinduan keluarga terhadap perempuan kelahiran 25 Desember 1996 ini belum bisa diobati.
"Karena keadaannya sedikit berbeda saat ini ya. Jadi harus menjaga jarak, tapi terakhir kali dia ke Indonesia itu sekitar 2019 lalu. Sejak bergabung di manajemen tiap harinya berlatih untuk performanya seperti kerja dan tidak boleh pulang," jelas dia.
Suryo mengungkapkan, Dita Karang sempat mendapat libur selama satu pekan. Waktu tersebut dia banyak habiskan di kampung halamannya di Jogja.
"Sempat dapat libur seminggu, sekitar 2019 lalu. Satu hari di Jakarta, tiga hari berada di Yogyakarta, sisanya dia pergi ke Surabaya juga," kata dia.
Sebelum menjadi terkenal di Korea dan Indonesia, gadis berdarah Bali-Jogja ini cukup kesulitan berbahasa Korea Selatan. Dita Karang membutuhkan waktu sekitar satu tahun enam bulan untuk fasih berbahasa Korea.
"Berangkat ke Korea itu dia tidak bisa bahasa Korea, jadi perlu berlatih hingga setahun lebih. Namun akhirnya sekarang bisa lancar. Tak hanya bahasa Korea saja, dia juga mahir berbahasa Jepang. Bahasa Jawa juga baik ketika berbincang-bincang dengan keluarga di sini," kata dia.
Berita Terkait
-
Menurun ke Cucu, Kakek Dita Karang Ternyata Juga Suka K-Pop
-
Dita Karang Buka Rahasia Soal Kulit Sehatnya Pada Dian Sastro
-
Jadi Idol K-Pop, Bahasa Jawa Dita Karang Bikin Gemas Dian Sastro
-
Sudah Lama Kenal, Dian Sastro Pernah "Ngekos" di Rumah Dita Karang di Jogja
-
Status Galau Dita Karang Member Secret Number Terbongkar, Gini Isinya
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun