SuaraJogja.id - Sebanyak tiga warga asal DIY dinyatakan positif COVID-19, Sabtu (6/6/2020). Mereka dinyatakan positif karena tertular pemasok ikan yang wara-wiri dari Semarang ke DIY.
Ketiganya merupakan warga Gunungkidul: kasus 241, laki-laki 27 tahun; kasus 242, laki-laki 35 tahun; dan kasus 243, laki laki 34 tahun.
“Ketiganya dari hasil tracing Dinkes Gunung Kidul. Tracing dari supplier ikan yang punya riwayat perjalanan Semarang ke Yogyakarta,” ujar Juru Bicara Penanganan COVID-19 Pemda DIY Berty Murtingsih, Sabtu sore.
Ketiganya tertular kasus 234 dan 235 asal Gunungkidul. Dinkes melakukan tracing setelah keduanya pernah kontak dengan pasien positif COVID-19 di Semarang.
Selain tracing di Gunungkidul, tracing juga dilakukan ke Pasar Kranggan melaui rapid test massal. Sebab, salah satu pasien positif COVID-19 tersebut merupakan pedagang keliling di pasar-pasar, termasuk Pasar Kranggan. Hasilnya, satu pedagang dinyatakan reaktif.
Satu warga lain dari Kulon Progo juga dinyatakan positif COVID-19. Kasus 244, yang merupakan laki-laki 23 tahun ini, punya riwayat pulang dari Tangerang pada 30 Mei 2020 lalu.
Dengan tambahan empat pasien baru, maka total jumlah pasien positif COVID-19 hingga Sabtu di DIY mencapai 242 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 110 orang masih dalam proses perawatan.
“Untuk yang kasus Kulon Progo, pasien baru datang dari Tangerang langsung dilakukan rapid test, di-RDT, hasil reaktif lalu di-PCR. Info dari Dinkes, yang bersangkutan pulang karena di-PHK,” jelasnya.
Sementara, Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY Irene menjelaskan, DIY mendapatkan kiriman 15.000 test Viral Transport Media (VTM) dan RNA Kit. VTM merupakan media untuk membawa spesimen sampel lendir hidung dan tenggorokan pasien yang telah melalui uji swab.
Baca Juga: Roy Kiyoshi Berharap Tetap di Panti Rehab sampai Ada Putusan Pengadilan
Sampel tersebut dibawa menggunakan VTM ke laboratorium tersertifikasi untuk diuji lebih lanjut. Tes ini menentukan sampel tersebut positif atau negatif COVID-19.
“VTM ini untuk menjaga supaya virus tidak hancur pada saat diperiksa. Bentuknya seperti tabung kecil dengan tutup,” imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Baru Sehari Semua Pasien Sembuh, Muncul 1 Kasus Covid-19 di Kulon Progo
-
Kurva Covid-19 di DIY Menurun, Pakar Epidemiologi: Jangan Buru-Buru
-
Dua Hari Berturut-turut Tak Ada Kasus Positif COVID-19 Baru di DIY
-
Kasus Baru Covid-19 Lebih Kecil dari yang Sembuh, DIY Klaim Ini Sebabnya
-
Jogja Bakal Tes Acak di Tempat Publik, 250 Alat RDT Disiapkan
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
UPN Jogja Sebut Belum Ada Tawaran Resmi Kelola MBG, Pilih Fokus Ketahanan Energi
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Hari Ini, BRI Bayar Dividen Para Investor