SuaraJogja.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul membuka posko layanan aduan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Setelah sepekan dibuka, pos layanan tersebut telah menerima sebanyak 450 aduan. Sebagian besar aduan yang disampaikan mengenai Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah yang dinilai salah sasaran.
Salah satu pelapor, Musiman, merupakan pekerja informal yang sangat bergantung kepada kunjungan wisata. Selama pandemi, tempat wisata tempat ia biasa mangkal sebagai pengemudi becak montor (bentor) ditutup, sehingga ia tidak mendapatkan penghasilan. Sementara, ia juga tidak menerima bantuan apa pun dari pemerintah.
"Dari dulu enggak pernah nerima, jadi ini ke sini ya kalau bisa biar dapat bantuan," ujarnya saat ditemui SuaraJogja.id di halaman kantor DPRD Bantul, Kamis (18/6/2020).
Sebelumnya, ia dan rekan-rekannya sempat melakukan aksi di halaman DRPD Bantul. Aksi tersebut dilatarbelakangi kondisi pengemudi bentor yang sudah tiga bulan tidak memiliki penghasilan. Sementara, sebagain besar pengemudi juga tidak menerima bantuan apa pun dari pemerintah.
Berbekal data diri dan Kartu Kelurga (KK), Musiman menyampaikan aduan ke Posko Layanan di Kantor DPRD. Ia sangat berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuknya. Sejauh ini, ia hanya mengandalkan pemasukan dari pemberian orang lain untuk dapat bertahan hidup di tengah pandemi.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bantul Aryunadi menyampaikan, dari 450 laporan yang diterima, sebagian besar menyangkut bantuan sosial (bansos) untuk tunjangan hidup. Ia menceritakan, masyarakat yang menyampaikan aduan merasa tidak mampu secara ekonomi dan kehilangan pekerjaan, tetapi tidak juga mendapatkan bantuan.
Sebelumnya secara spontan, Aryunadi juga telah melakukan kunjungan ke rumah salah satu masyarakat yang menyampaikan aduan. Ia mengaku secara spontan melakukan kunjungan tersebut untuk memastikan apakah masyarakat yang mengadu adalah benar-benar warga yang membutuhkan.
"Saya hanya cek sampling aja hari ini, ternyata yang datang ke sini benar-benar orang yang membutuhkan," ujarnya.
Aryun menjelaskan, sesuai dengan skenario awal, nama-nama yang sudah menyampaikan aduan selanjutnya akan diteruskan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 untuk mendapatkan bansos. Sesuai dengan regulasi, jajaran tim gugus tugas yang memiliki wewenang untuk memberikan bantuan.
Baca Juga: Pelaku Penusukan Pak RT yang Sedang Data Warga Penerima Bansos Sempat Kabur
Ia berharap, pimpinan dewan dapat segera mengeluarkan rekomendasi untuk ratusan nama yang sudah menyampaikan aduan. Setelahnya, pemerintah daerah juga diminta sigap dalam menanggapi rekomendasi tersebut untuk kemudian menindaklanjuti dengan memberikan bantuan.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul Helmi Jamharis mengatakan, ke depannya nama-nama yang diajukan akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu, sehingga sampai saat ini ia belum bisa menyebutkan angka pasti berapa banyak anggaran yang akan digunakan untuk bansos bagi 450 warga yang mengadu tersebut.
"Ya nanti masih kita verifikasi ulang," tukasnya.
Berita Terkait
-
Jakarta Tak Lanjutkan Pemberian Bansos Sampai Desember 2020
-
Takut Antrean Bansos Berjubel, Mensos Minta Kantor Pos Buka hingga Malam
-
Grudug Kantor DPRD, Pengemudi Betor Protes Banyak Bantuan Tak Tepat Sasaran
-
Anggota DPRD Bantul Kritisi LPJ Disdikpora: Ini Urusan dengan Pengawasan
-
Anggaran Pemprov Jabar untuk Tanggulangi Dampak Corona Hanya Sampai Juli
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menjaga Berkah di Dapur Subuh: Perjalanan Inspiratif Penjual Dimsum yang Berhasil Mandiri Finansial
-
Dugaan Ormas Dibenturkan dengan Demonstrans saat Kerusuhan Malioboro, Sultan Klaim Tak Tahu
-
Dua Peserta Demo di Malioboro Sempat Hilang, LBH Laporkan Sudah Pulang
-
Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026
-
Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan