SuaraJogja.id - Sejak dicanangkannya kenormalan baru atau new normal, PT KAI Daop 6 Yogyakarta telah menambah operasional kereta api (KA) lokal Prambanan Ekspres (Prameks). Sebelumnya, jadwal perjalanan Prameks telah dikurangi karena pandemi corona.
"Saat masih KLB [kondisi luar biasa] hanya 4 KA lokal yang kami operasikan, saat ini menjadi 10 KA lokal," kata Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di Solo Senin (30/6/2020).
Mneurut keterangan Eko, sebelumnya KA Prameks hanya melayani rute Solo-Yogyakarta, tetapi sejak 12 Juni operasionalnya kembali diperluas hingga Kutoarjo. Meski demikian, dikatakannya, hingga saat ini PT KAI masih tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Di antaranya kami menyediakan hand sanitizer, wastafel, dan para penumpang harus menggunakan masker. Kalau untuk KA jarak jauh kami sediakan 'face shield' karena diwajibkan memakainya, tetapi khusus untuk KA lokal tidak harus menggunakan 'face shield'," jelas Eko.
Untuk saat ini, lanjutnya, batas maksimal okupansi KA lokal juga sudah ditingkatkan, yaitu dari maksimal 50 persen menjadi 70 persen dari total kapasitas.
"Kalau KA Prameks biasanya kan maksimal 150 persen, untuk saat ini yang diizinkan hanya 70 persen dan selalu penuh sesuai batas maksimal tersebut," ujar Eko, seperti dilaporkan ANTARA.
Selain KA lokal, sejak penerapan normal baru, Eko mengatakan, sudah ada beberapa KA jarak jauh yang melintas dan berangkat dari Daop 6. Salah satunya KA Sri Tanjung, yang berangkat dari Lempuyangan ke Banyuwangi.
"Sedangkan yang melintas di Daop 6 di antaranya ada KA Kahuripan dari Blitar ke Kiara Condong, Bandung dan KA Ranggajati dari Cirebon ke Jember. Untuk yang berangkat dari Daop 6 selain Sri Tanjung ada KA Bengawan kelas ekonomi PSO dari Stasiun Purwosari ke Pasar Senen," tambah Eko.
Kendati begitu, Eko mengungkapkan, untuk KA jarak jauh ini tingkat okupansinya baru sekitar 10 persen. Salah satu persyaratan untuk naik KA jarak jauh, katanya, adalah menggunakan hasil tes cepat.
Baca Juga: Prameks Kembali Operasi, Ini Imbauan PT KAI Daop IV Untuk Penumpang
"Untuk tes cepat ini tarifnya saja sekitar Rp300-400 ribu, dibandingkan dengan harga tiket KA PSO lebih mahal biaya tes cepatnya," tutur Eko.
Berita Terkait
-
Tak Penuhi Syarat, Penumpang di Lempuyangan Ditolak Naik Kereta
-
Prameks Kembali Operasi, Ini Imbauan PT KAI Daop IV Untuk Penumpang
-
KAI Daop 6 Jogja Hanya Operasikan KA Prameks dan Angkutan Barang
-
Batalkan Semua KA Jarak Jauh, KAI Daop 6 Yogyakarta Hanya Layani Prameks
-
Efek COVID-19, Okupansi Penumpang KA Jarak Jauh Daop Jogja Turun Signifikan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Program Gentengisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM Bahan Bangunan
-
BRI Perkuat Layanan Lebaran Lewat BRImo, ATM, dan Jaringan Agen BRILink
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo Sebut Tuntutan 8,5 Tahun Penjara Bentuk Frustrasi Jaksa
-
Sri Purnomo Dituntut 8,5 Tahun Penjara atas Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
-
Waspada Longsor hingga Banjir di Sleman: Ini Lokasi Rawan Bencana yang Harus Dihindari Pemudik