SuaraJogja.id - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Plt Kepala Disdikpora DIY, Bambang Wisnu Handoyo (BWH) dan Benyamin Sudarmadi mantap maju di konstestasi Pilkada Gunungkidul 2020 usai dapat restu dari PDIP.
Tanpa koalisi dengan partai yang lain, pasangan Bambang Wisnu-Benyamin dipastikan lolos lantaran PDI P mendapatkan 10 kursi DPRD Gunungkidul pada Pileg 2019 lalu.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih menyatakan, Bambang Wisnu Handoyo akan maju bersama Benyamin Sudarmadi dalam pilkada 2020. Surat rekomendasi dari DPP PDIP sendiri telah turun pada Jumat (17/7/2020) silam. Pasangan ini dianggap paling pas untuk membawa Gunungkidul lebih baik pada 5 tahun mendatang.
"Paduan apik bisa membawa Gunungkidul lebih baik,"ujar Endah saat memperkenalkan pasangan ini kepada sejumlah pengurus DPC PDIP Gunungkidul di Ponjong, Sabtu (18/7/2020).
Setelah mengantongi surat rekomendasi dari pusat, pihaknya tidak ingin berlama-lama untuk melakukan sosialisasi. Pihaknya akan mengumpulkan seluruh pengurus hingga ke pengurus anak ranting yang berada di tingkat Kalurahan untuk memenangkan pasangan yang diusung PDIP.
Terkait dengan koalisi, pihaknya juga akan melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai yang belum melakukan koalisi. Komunikasi secara non formal sudah terjalin selama ini tinggal menindaklanjutinya. Pihaknya optimis akan mampu memenangkan Pilkada 2020 ini.
“PDI P terbuka untuk bekerjasama dengan siapapun,"tambahnya.
Di tempat yang sama, BWH mengakui dirinya masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memang sebentar lagi memasuki usia purna tugas. Terkait dengan hal tersebut, ia menyerahkan sepenuhnya terhadap PDIP yang telah resmi mengusung dirinya sebagai calon bupati berpasangan dengan Benjamin.
"Saya serahkan ke PDIP. Jika menghendaki saya mundur, besok pagi saya akan mengundurkan diri,"ungkapnya.
Baca Juga: Aksi Nakal Pabrik Tahu Gunungkidul, Diam-Diam Buat Saluran Limbah ke Sungai
Bambang mengaku dirinya kini tengah mempelaiari aturan yang terkait dengan statusnya tersebut. Ia akan mencermati aturan dari KPU dan tentang ASN terlebih dahulu. Ia sendiri baru akan pensiun pada November 2020 apakah memang harus melepas statusnya sebagai ASN atau tidak karena maju Pilkada.
Ia menyadari dengan keluarnya surat rekomendasi dari partai politik terhadap dirinya untuk maju dalam Pilkada di Gunungkidul tentu akan mempengaruhi statusnya sebagai ASN. Sehingga ia harus siap dengan konsekuensi tersebut karena telah memutuskan terjun ke dunia politik.
Bambang mengaku, niatan awal usai pensiun sebagai PNS hanyalah ingin melamar menjadi kader partai seperti menjadi pengurus PDIP. Namun ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sehingga dirinya mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk menjadi calon bupati Gunungkidul dalam pilkada 2020.
Pengalamannya menduduki pucuk pimpinan BKAD, Disdikpora dan juga pernah menjadi Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY membuatnya semakin yakin akan menjadi bekal membawa Gunungkidul lebih baik. Sejumlah program telah ia siapkan untuk dijalankan agar Gunungkidul bisa lebih ketika dirinya menjabat Bupati nanti.
"Kita akan genjot sektor pendidikan dan pariwisata serta memaksimalkan sumber air bersih untuk mengatasi kekeringan di Gunungkidul,"terangnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Pasca Ramai Dugaan Diskriminasi Siswa, Disdikpora DIY Wajibkan Sekolah Sediakan Ruang Belajar Agama
-
Usai Menang Praperadilan, Raudi Akmal Terlihat Langsung Turun ke Masyarakat
-
Kisah Rosidah di Sumenep, UMKM Gula Merah Tumbuh Pesat Setelah Memanfaatkan KUR BRI
-
Gawat! DIY Tak Punya Anggaran Dropping Air, Empat Kabupaten Sudah Alami Kekeringan
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin