Scroll untuk membaca artikel
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 30 Agustus 2020 | 10:00 WIB
Para pengurus komunitas Sahabat Cempluk. (Dok. Sahabat Cempluk)

"Semangat, manfaat, berjuang"

Itulah tiga kata yang selalu Ian dan Puput, serta odapus di Sahabat Cempluk katakan. Mereka selalu menguatkan satu sama lain bahwa kehidupan seorang odapus akan baik-baik saja, bahwa masih ada harapan di depan mata mereka.

"Enggak papa. It's okay, kok. Nanti juga akan membaik. Kalau saat ini lagi belum bisa, harus bersabar karena ini long run, marathon," tutur Ian sambil tersenyum.

Sama halnya dengan Puput, yang selalu menguatkan pasien lain dengan memberi pesan agar tidak melulu galau akan kondisi mereka.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Vero, Sosok Inspiratif di Balik Tempat Nasi Gratis Jogja

"Galau boleh, enggak papa. Dari galau itu kita belajar, habis ini kita mau ngapain? Hidup kita ini selanjutnya mau gimana? Gimana caranya, pasti kita bisa bermanfaat buat orang lain. Bukan berarti kita sakit, kita enggak bisa ngapa-ngapain," tandas Puput.

Load More