Scroll untuk membaca artikel
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 30 Agustus 2020 | 10:00 WIB
Para pengurus komunitas Sahabat Cempluk. (Dok. Sahabat Cempluk)

Di luar itu, komunitas ini membantu dalam pengadaan obat dan vitamin, baik dalam hal ketersediaan ataupun potongan harga khusus.

"Jadi biasanya kita berhubungan dengan Lazismu, dengan komunitas-komunitas lain, kita minta bantu di sana. Lalu gimana kondisinya buruk? Yang kita bantu akses obatnya. Apabila ada obat yang tidak tersedia di daerah pasien, Cempluk juga siap membantu mereka dengan mengirimkan obat," ujar Puput Aryana, yang sudah dua tahun menjadi pengurus di Sahabat Cempluk.

Terjadinya pandemi Covid-19 ini sangat memengaruhi layanan-layanan ini. Ada masa di mana transportasi gratis ini terhenti. Selain langka, biaya untuk akomodasi ke Jogja juga menjadi mahal. Sahabat Cempluk membantu dengan memberi subsidi agar mereka bisa berobat.

Komunitas ini didukung oleh dokter yang merawat pasien odapus, khususnya di Divisi Alergi dan Imunologi Anak di bawah komando dr.Sumadiono SpA(K). Kondisi mereka tetap bisa diatasi dengan cara kretif untuk memastikan pasien tetap terpantau dan terkontrol kondisinya.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Vero, Sosok Inspiratif di Balik Tempat Nasi Gratis Jogja

Puput Aryana, pengurus komunitas Sahabat Cempluk. (Dok. Sahabat Cempluk)

"Kebetulan dokter-dokter bersedia berkonsultasi dengan teman-teman lewat WhatsApp. Jadi kesulitan-kesulitan selama pandemi ini lebih terlihat," sambung gadis 24 tahun ini.

Mereka juga memiliki sebuah wadah konsultasi dan diskusi para odapus di seluruh daerah tentang Lupus dan autoimun secara live streaming maupun Zoom dengan pada dokter, yakni Talk Talk Cempluk. Untuk program ini, mereka bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) chapter Yogyakarta dan Sarjito Lupus Centre.

Setahun sekali Sahabat Cempluk selalu mengadakan sebuah gathering bersama seluruh anggotanya. Tetapi, lagi-lagi karena pandemi, kegiatan yang dinamai Pajamas Party ini terganggu.

Acara tahunan ini biasanya diadakan bertepatan dengan Hari Lupus Sedunia, yaitu 10 Mei. Namun, dua tahun belakangan Pajamas Party diselenggarakan pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

"Tujuannya tentu saja biar semakin akrab dan dekat.  Kalau biasanya ngobrol di grup, di acara inilah mereka bisa berjumpa. Acara diselenggarakan 2 hari satu malam. Selain bersenang-senang, kegiatan ini juga selalu memasukan kegiatan-kegiatan yang diharapkan bisa membantu teman-teman Cempluk move on dengan kondisiya," jelas Puput.

Baca Juga: Wadah Baru Bagi Komunitas Perupa Jakarta di Pasar Gembrong Baru

Kegiatan yang diadakan biasanya berupa grup diskusi, diskusi dengan dokter, belajar metode self healing, dan masih banyak lainnya.

Load More