Di luar itu, komunitas ini membantu dalam pengadaan obat dan vitamin, baik dalam hal ketersediaan ataupun potongan harga khusus.
"Jadi biasanya kita berhubungan dengan Lazismu, dengan komunitas-komunitas lain, kita minta bantu di sana. Lalu gimana kondisinya buruk? Yang kita bantu akses obatnya. Apabila ada obat yang tidak tersedia di daerah pasien, Cempluk juga siap membantu mereka dengan mengirimkan obat," ujar Puput Aryana, yang sudah dua tahun menjadi pengurus di Sahabat Cempluk.
Terjadinya pandemi Covid-19 ini sangat memengaruhi layanan-layanan ini. Ada masa di mana transportasi gratis ini terhenti. Selain langka, biaya untuk akomodasi ke Jogja juga menjadi mahal. Sahabat Cempluk membantu dengan memberi subsidi agar mereka bisa berobat.
Komunitas ini didukung oleh dokter yang merawat pasien odapus, khususnya di Divisi Alergi dan Imunologi Anak di bawah komando dr.Sumadiono SpA(K). Kondisi mereka tetap bisa diatasi dengan cara kretif untuk memastikan pasien tetap terpantau dan terkontrol kondisinya.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Vero, Sosok Inspiratif di Balik Tempat Nasi Gratis Jogja
"Kebetulan dokter-dokter bersedia berkonsultasi dengan teman-teman lewat WhatsApp. Jadi kesulitan-kesulitan selama pandemi ini lebih terlihat," sambung gadis 24 tahun ini.
Mereka juga memiliki sebuah wadah konsultasi dan diskusi para odapus di seluruh daerah tentang Lupus dan autoimun secara live streaming maupun Zoom dengan pada dokter, yakni Talk Talk Cempluk. Untuk program ini, mereka bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) chapter Yogyakarta dan Sarjito Lupus Centre.
Setahun sekali Sahabat Cempluk selalu mengadakan sebuah gathering bersama seluruh anggotanya. Tetapi, lagi-lagi karena pandemi, kegiatan yang dinamai Pajamas Party ini terganggu.
Acara tahunan ini biasanya diadakan bertepatan dengan Hari Lupus Sedunia, yaitu 10 Mei. Namun, dua tahun belakangan Pajamas Party diselenggarakan pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
"Tujuannya tentu saja biar semakin akrab dan dekat. Kalau biasanya ngobrol di grup, di acara inilah mereka bisa berjumpa. Acara diselenggarakan 2 hari satu malam. Selain bersenang-senang, kegiatan ini juga selalu memasukan kegiatan-kegiatan yang diharapkan bisa membantu teman-teman Cempluk move on dengan kondisiya," jelas Puput.
Baca Juga: Wadah Baru Bagi Komunitas Perupa Jakarta di Pasar Gembrong Baru
Kegiatan yang diadakan biasanya berupa grup diskusi, diskusi dengan dokter, belajar metode self healing, dan masih banyak lainnya.
Berita Terkait
-
6 Komunitas Womenpreneur Indonesia, Wadah Pemberdayaan Perempuan Pengusaha
-
Ramadan di Jepang: Komunitas Muslim Berbagi dengan Tunawisma dan Ubah Stigma Islam
-
Pengalaman Lari Unik Melintasi Hidden Gem di Jakarta
-
Keseruan Voluntrip Ramadhan: "GELORA" Teman Berjalan di Kampung Piyungan
-
Tanamkan Nilai Sosial, Komunitas SWA Hadirkan Rumah Layak bagi Keluarga yang Membutuhkan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan