SuaraJogja.id - Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun ikut kerja bakti bersama warga. Menanam pohon di bantaran sungai, Sri Muslimatun senang banyak warga Sleman yang mau menjaga lingkungan.
Melalui akun Instagram pribadinya, @srimuslimatun membagikan video aktivitasnya ketika mengikuti kerja bakti bersama warga di bantaran Sungai Dolo, Pucanganom, Wedomartani, Sleman.
Dengan tetap mengenakan masker, Sri Muslimatun menjelaskan bahwa ia akan menanam pohon di sepanjang bantaran Sungai Dolo. Kegiatan itu bertujuan untuk menjaga lingkungan dan konservasi air di Sleman dan juga untuk masyarakat di kabupaten lain.
Dalam tayangannya, terlihat Sri Muslimatun memantau langsung kegiatan kerja bakti yag dilakukan oleh warga. Beberapa tampak tengah membakar sesuatu yang menimbulkan kepulan asap cukup tinggi.
Berbincang dengan warga, Sri Muslimatun menyarankan, tepian sungai paling baik ditanami bambu. Sebab, tanaman tersebut akan membuat air tidak mudah habis dan terus mengalir.
"Nanti juga tidak akan longsor karena akar bambu itu saling mengikat satu sama lain. Itulah kemudian air tidak akan pernah habis," ujar Sri Muslimatun dalam videonya.
Setelah memastikan bahwa yang mengalir merupakan sumber mata air yang bersih, Sri Muslimatun berpesan agar bambu yang masih tertanam kalau bisa jangan ditebangi.
Ia meminta warga menjaga bambu tetap hidup, tetapi boleh ditebang jika tujuannya untuk dirapikan.
Sebelum pergi, Sri Muslimatun mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah mau menjaga lingkungan. Ia menyebutkan, menjaga lingkungan merupakan hal yang penting untuk kesehatan.
Baca Juga: Diduga Sakit Jantung, Petani di Sewon Tewas Saat Panen Tebu
Dalam keterangannya, Sri Muslimatun menuliskan bila pohon terakhir ditebang, sungai terakhir dikosongkan, ikan terakhir ditangkap, barulah manusia menyadari bahwa uang tidak bisa membeli semua. Keserakahan dan ketidak pedulian, kata dia, menyakitkan.
"Untungnya, warga Sleman menyadari pentingnya menjaga sungai. Sehingga, gotong royong merawatnya, pemandangan yang tidak sulit kita dapatkan," tulis Sri Muslimatun.
Ia menyebutkan, ada banyak tempat di Sleman yang menjadi pelestarian sungai, juga dibarengi upaya inovatif untuk meningkatkan ekonomi keluarga, baik melalui budi daya ikan, sayuran, maupun tanaman hingga pariwisata.
Lihat keseruan Sri Muslimatun dan warga kerja bakti bersama DI SINI.
Kesadaran yang sama juga dimiliki oleh warga Dolo, Pucanganom, Wedomartani, Sleman. Mereka bahu-membahu menjaga kelestarian sungai, salah satunya dengan menanam pohon di sepanjang bantaran sungai.
Sri Muslimatun menyebut warga yang menjaga lingkungan sebagai pahlawan lingkungan hidup yang sejati. Tidak hanya berteriak sungai kotor, tetapi mereka juga berupaya menjaga sungai tetap lestari dan merubah sungai kotor menjadi jernih kembali.
Berita Terkait
-
Viral! Langgar Prokes, Sejumlah Orang Malah Dihukum Membersihkan Sungai
-
Jumlah Kasus COVID-19 di Sleman Tambah 10 Pasien, Dua Dintaranya Ibu Hamil
-
Keluarga Pegawai SD di Depok Positif Covid-19, Sekolah Ditutup
-
Beredar Pesan Berantai Ibu Bupati Adakan Razia Masker, Kustini: Tidak Benar
-
Jadi Korban Tabrak Lari, Empat Tulang Rusuk Abdul Qodir Patah
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul