Aji menyebut konsumsinya pun terbilang besar di masyarakat, bisa mencapai 2000-3000 ekor ular perbulan. Ularnya pun adalah Cobra yang dipercaya dalam pengobatan Cina khasiat empedunya lebih berasa.
"Secara hukum memang tidak ada larangan karena memang bukan hewan yang dilindungi. Cuma ya kita mikir juga kalau lama-lama akan habis juga," ucapnya.
Diakui Aji, kebiasaan orang Jogja saat bertemu dengan ular di tempat tertentu masih terbilang cukup baik. Artinya mereka tidak langsung membunuh ular itu tapi lebih membiarkannya dan berpindah tempat. Berbeda dengan perlakuan orang terhadap ular di Jawa Barat atau di Jakarta yang pasti akan dibunuh karena imagenya sudah negatif.
"Di sini kadang kalau pemancing ketemu ular weling ya milih untuk tidak jadi mancing. Mereka milih untuk pulang karena berpikir pasti akan ada apa-apa. Bagus sebenarnya jadi memang terjaga populasinya," katanya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2020
Sebenarnya kata Aji, memelihara ular sendiri diperbolehkan. Namun ada empat ular yang saat ini dilindungi di Indonesia dan tidak boleh untuk dipelihara yakni Sanca Bodo (Python bivittatus), Sanca Timor (Python Timorensis), Sanca Bulan (Morelia boeleni) dan Sanca Hijau (Morelia viridis).
Lebih lanjut untuk Sanca Bulan dan Sanca Hijau sendiri hanya ada di Papua. Sanca Timor ada di Pulau Timor, sedangkan Sanca Bodo masih cukup banyak di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Setiap orang yang kedapatan memelihara empat jenis ular ini akan terkena hukuman pidana. Namun untuk spesies ular lainnya masih diperbolehkan.
"Hal yang terpenting adalah paham untuk bagaimana memelihara ular tersebut, aman tidak boleh lepas dan mengganggu masyarakat," tegasnya.
Sudah Biasa Digigit Ular
Sementara itu anggota sekaligus penjaga shelter Sioux, Danny Prasetyo, mengungkapkan saat ini di shelter Sioux terdapat setidaknya 14 ular dengan beberapa spesies. Ia bertugas mengawasi ular-ular hasil rescue tersebut agar tetap dalam kondisi baik dan tidak stres.
Baca Juga: Kecelakaan Maut 3 Mobil di Jalan Jogja-Wonosari, 1 Korban Meninggal
"Perawatan paling dijemur selama 15 menit, makan paling satu minggu sekali tergantung ukuran ularnya. Gampang sebenarnya perawatannya," kata Danny.
Berita Terkait
-
6 Komunitas Womenpreneur Indonesia, Wadah Pemberdayaan Perempuan Pengusaha
-
KFAK: Ketika Komunitas Film Mampu Mematahkan Stigma 'Anak Kampung'
-
Ramadan di Jepang: Komunitas Muslim Berbagi dengan Tunawisma dan Ubah Stigma Islam
-
Pengalaman Lari Unik Melintasi Hidden Gem di Jakarta
-
Keseruan Voluntrip Ramadhan: "GELORA" Teman Berjalan di Kampung Piyungan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan