Lantai rumah sudah seperti panasnya solder, Bagong dan ayahnya tak kuat menahan panas. Lemari yang dia lihat sebelumnya dibuka dan semua barang di dalamnya dikeluarkan, Bagong masuk ke lemari di bagian dasar. Sambil meringkuk, dirinya berusaha menahan hawa panas dari Wedhus Gembel.
Begitupun ayahnya, meski tidak masuk ke dalam lemari, ayah Bagong menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di sudut ruangan dengan menutup daun pintu.
Peristiwa yang dialami terjadi tengah malam. Di dalam lemari ia sempat mendengar suara bambu terbakar hingga runtuhan beberapa bangunan. Tak hanya itu, gemuruh hingga guncangan juga ia rasakan selama di dalam lemari.
Beruntung meski terjadi guncangan, rumah miliknya tidak roboh. Hanya beberapa perkakas rusak dan barang berbahan plastik meleleh.
Bagong mengingat bersembunyi di dalam lemari semalaman hinggga Jumat 29 Oktober 2010 dini hari.
Berjibaku menahan panasnya Wedhus Gembel, Bagong hanya bisa berdoa. Pikirannya saat itu hanya selamat. Pasalnya beberapa waktu sebelum erupsi Merapi, Bagong sudah melamar istrinya. Sehingga ada tanggungjawab yang harus dia kerjakan yaitu mengikat janji suci di pelaminan.
Rasa putus asa diakuinya ada, pikiran bahwa ini adalah akhir hidup juga muncul selama dia menahan panas hingga tubuhnya melepuh. Bagong juga merasakan bahwa tidak akan ada yang bisa menyelamatkan ia dan ayahnya pada situasi itu.
Banyak pikiran di kepala membuat dia semakin frustasi. Perlahan Bagong merasa pusing, hingga akhirnya dia tak sadarkan diri menahan panas Wedhus Gembel.
"Setelah putus asa itu, saya langsung merasa pusing, akhirnya pingsan dan tidak ingat lagi," kata dia.
Baca Juga: Bus TransJogja Kecelakaan di Sleman, Mobil Partai yang Jadi Lawan Disoroti
Tuhan nampaknya masih memberi kesempatan hidup kepada Bagong. Setelah beberapa jam pingsan, Bagong mulai terbangun ketika ayahnya meminta untuk mengambilkan sarung. Ayah Bagong ingin mencari kakeknya yang tadi keluar dan berteriak-teriak.
Niat itu dia urungkan karena hawa panas di luar rumah masih terasa. Bagong tak mengingat betul apakah saat itu sudah pagi atau masih dini hari. Semuanya terlihat samar karena debu vulkanik yang memenuhi rumahnya.
Tak berapa lama, dengan menahan pedih lantaran tangan dan kakinya melepuh, Bagong merangkak keluar lemari memanfaatkan mangkok besar dan kursi busa sebagai pijakan untuk menghindari panas lantai. Sementara ayahnya masih mondar mandir di dalam rumah untuk mencari pertolongan.
Tak ada yang mengetahui jika di pedukuhan ini masih terdapat orang selamat. Hingga akhirnya ada suara motor dan ribut para relawan yang melintas.
"Ayah saya yang mendengar itu langsung berteriak tolong. Termasuk saya yang sudah merasa dehidrasi dan kulit melepuh. Saya masih ingat kata-kata yang saya dengar dari relawan, iya sebentar kami bantu, tunggu dulu," ungkapnya.
Tepat pukul 09.00 wib, dirinya melihat relawan membuka pintu rumahnya, ada anggota berseragam TNI, PMI dan yang membawa tandu masuk ke dalam.
Tag
Berita Terkait
-
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Barak di Cangkringan Disiagakan
-
Tak Panik, Warga Lereng Berkegiatan Normal meski Aktivitas Merapi Meningkat
-
10 Tahun Perjalanan Istri Wartawan Korban Merapi Berdamai dengan Trauma
-
Selama 6 Jam, Gunung Merapi Alami 26 Kali Gempa Guguran
-
10 Tahun Erupsi Merapi, Warga Berbagi Cerita: Mengungsi Tak Pernah Kembali
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik
-
Resmi Pimpin Candibinangun, Atik Sunaryati Komitmen Salurkan Gaji dan Hak Pelungguh untuk Warga
-
Cuaca Jogja Dihantam Panas Berkepanjangan, ISPA Meledak 13.677 Kasus, Naik 1.059 dalam Sepekan
-
Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta
-
MK Tolak Diskualifikasi, Gibran Harus Gentleman Buka Bukti Ijazah