SuaraJogja.id - Mantan Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyampaikan bahwa dirinya mendukung Habib Rizieq Shihab melakukan rekonsiliasi. Bahkan ia juga akan menyuarakan HRS menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Namun dengan satu syarat yang harus dipenuhi.
Melalui akun Twitternya @FerdinandHaean3, pria kelahiran Sumateran Utara 18 September 1977 ini menyampaikan jika dirinya bersedia mendukung proses rekonsiliasi HRS dan mendukungnya menjadi Wantimpres. Dengan satu syarat kebangsaan yang menyangkut pancasila dan NKRI.
"Saya katakan tadi kepada media yang wawancara saya, saya dukung rekonsiliasi dan bahkan saya akan dukung suarakan HRS jadi Wantimpres bila beliau menerima syarat kebangsaan yaitu Pancasila, NKRI, merawat toleransi, menerima perbedaan suku agama ras, mengakui pemerintah. Politik kebangsaan!," cuit Ferdinand.
Beberapa syarat yang diajukan Ferdinand agar HRS mendapatkan dukungan suara darinya adalah jika yang bersangkutan juga menerima syarat kebangsaan. Di antaranya yaitu pancasila, NKRI, merawat toleransi, menerima perbedaan suku agama ras, dan mengakui pemerintah.
Sementara dalam cuitannya yang lain, ia mengaku menulis hal tersebut dengan niat untuk memancing argumen dari pihak oposisi. Apakah mereka mau menerima pancasila dan merawat toleransi, namun seperti yang sudah ia duga jawaban yang diterima juga sama.
"Saya bicara seperti ini tadinya niat saya untuk memancaning argumen sebelah apakah mereka akan mau menerima Pancasila dan merawat toleransi, yang dugaan saya sudah tau jawabannya. Tapi saya ingin penegasan agar kita punya alasan memaksa negara untuk tegas. Saya terpaksa buka ini karena ada yang salah paham," imbuhnya.
Cuitan sebelumnya ia akui hanya untuk memancing respon dari pihak oposisi. Meskipun ia sendiri sudah bisa menduga jawaban seperti apa yang akan diterima. Adanya pihak-pihak yang salah paham dengan cuitan sebelumnya membuat Ferdinand mengakui niat dibalik ucapannya tersebut.
Sejak diunggah Rabu (11/11/2020), cuitan Ferdinand mengenai dukungan suara untuk HRS itu sudah disukai lebih dari 100 pengguna Twitter. Ada juga beragam komentar yang ditinggalkan warganet dalam cuitan tersebut. Beberapa menyetujui namun ada juga yang menunjukkan penolakan.
"Maaf om @FerdinandHaean3 saya gak sependapat dengan om, kalau orang-orang seperti mereka dikasih celah bisa rusak NKRI. Udah banyak bukti om dan tindakan mereka yang melanggar aturan Hukum di NKRI yang kita cintai bersama ini," tulis akun @DuraGusty.
Baca Juga: Ungkap Sosok Pembawa Uang Sekoper ke Arab Saudi, Ferdinand Sebut Nama Ini
"Ajor bro, lebih baik Syekh Alijaber saja atau yang lebih istimewa Cak Nun tapi kalau beliau berkenan," komentar akun @ulumahmad11.
"Sudahlah biarkan Rizieq tetap jadi Rizieq tapi kalau melanggar hukum atau bikin kekacauan sikat habis," tanggapan akun @PutraPe77215184.
Sementara akun @Phiohyash mengatakan, "Yang membangun negeri sama yang merusak negeri gak akan bisa disatukan bro."
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha