SuaraJogja.id - Seorang pemuda babak belur dihajar warga. Seluruh wajahnya bengkak hingga bagian matanya sudah tidak lagi terlihat. Diduga merupakan pelaku tindak kejahatan klitih, pemuda ini jadi bulan-bulanan warga yang geram dengan tingkahnya.
Akun Twitter @upil_jara67 membagikan video penangkapan seorang pemuda diduga pelaku klitih. Dikelilingi sekelompok warga, kondisi pemuda itu memprihatinkan. Wajahnya penuh dengan lebam dan di pakaiannya juga ada bercak darah. Diduga, pemuda ini jadi bulan-bulanan massa.
Dalam video berdurasi 10 detik tersebut, terlihat seorang pemuda duduk berjongkok. Suasana sekitar terlihat gelap gulita. Ia tengah dimintai keterangan oleh warga sekitar yang menangkapnya. Pemuda ini juga kesulitan berbicara, selain karena wajahnya yang lebam, mulutnya pun berdarah.
Pemuda ini mengenakan jaket putih. Di kedua lengan jaketnya terdapat bercak kemerahan diduga noda darah. Ia menyebutkan beberapa nama anak laki-laki lainnya yang diduga adalah rekan-rekannya yang ikut melakukan klitih.
Baca Juga: Bacok Pemotor di Getas, 3 Pelaku Klitih Diamankan Polres Gunungkidul
Di tengah interogasi, seorang warga yang emosi menendang pemuda itu sambil berbicara kasar.
"Info tadi malam, kejahatan malam (klitih) ketangkep di Segoroyoso, Pleret, Bantul. Jadi gini manusia yang suka mainan nyawa orang lain?," tulis akun @upil_jaran67 dalam cuitannya.
Sejak diunggah pada Minggu (15/11/2020), aksi klitih yang terjadi Sabtu (14/11/2020) malam tersebut sudah direspons oleh banyak warganet.
Ada seribu lebih yang menekan tanda suka dan ratusan lainnya membagikan ulang.
Tidak sedikit juga yang memberikan tanggapan di kolom komentar.
Baca Juga: Diduga Jadi Korban Klitih, Urat Tangan Pemuda di Sleman Putus
Lihat video penangkapan pelaku klitih DI SINI.
"Jangan main hakim sendiri mas, ini negara hukum semua sudah diatur undang-undang. Paling ra rame-rame sak kampung ben sedep (Setidaknya ramai-ramai satu kampung biar sedap-red)," tulis akun @Masdom_.
"Jadi gini yang katanya istimewa, aman, dan nyaman terbuat dari sejuta kenangan dan angkringan?," komentar akun @aldiferr.
"Yang bilang jangan main hakim sendiri bakal berubah pikiran kalau keluarganya sendiri yang kena klitih hehe," tanggapan akun @aisiasahaa.
Sementara akun @Ichanfebrian berkomentar, "Ini kemarin Jumat pagi yang mau nyerang aku pagi-pagi sama temenku di area Maguwoharjo, pagi-pagi jam setengah 6, ya Alhamdulillah kita cepat-cepat putar balik untung ada kantor polisi di sekitar rumah sakit Hermina, langsung mlipir ke kantor polisi."
Belum ada keterangan dari pihak berwajib soal video terduga pelaku klitih dihajar massa tersebut.
Berita Terkait
-
Intel Todong Pistol di Demo RUU TNI? ICJR: Seharusnya Tidak Boleh!
-
Aksi Tolak UU TNI di Jakarta Berakhir Ricuh
-
Aparat Bubarkan Massa Tolak UU TNI di DPR: Ayo Mundur, Aspirasinya Setelah Lebaran!
-
Ketua DPRD Kota Malang Prihatin Banyak Korban Luka saat Demo Tolak RUU TNI: Nyawa Tak Bisa Diganti!
-
Aksi Tolak RUU TNI Meluas, Gedung DPRD Kota Malang Terbakar
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan