SuaraJogja.id - Jumat pekan lalu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kantor Gubernur DIY.
Pertemuan itu pun disorot lantaran dianggap tak etis sebab saat ini KPK tengah menangani kasus dugaan korupsi stadion Mandala Krida.
Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba, menuturkan menyayangkan pertemuan Lembaga antirasuah tersebut dengan Gubernur DIY.
“Itu kurang etis ya di tengah proses penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan stadion Mandala Krida yang masih berlangsung,” ujarnya, Minggu (6/12/2020) seperti dikutip dari Harianjogja.com.
Dengan tujuan apapun, menurutnya kunjungan tersebut akan lebih baik jika ditunda hingga vonis majelis hukum atas kasus stadion Mandala Krida tersebut. Ia berharap Dewan Pengawas KPK dapat memberi klarifikasi jika ada pelanggaran etik terkait pertemuan tersebut.
Di samping itu, pihaknya juga mendorong penyidik KPK untuk segera mengumumkan nama-nama yang menjadi tersangka dalam kasus ini.
“Jangan kelamaan, tidak perlu menunggu 9 Desember bertepatan dengan hari pencoblosan pilkada dan hari anti korupsi internasional,” ungkapnya.
Kasus yang tengah disidik KPK saat ini adalah dugaan korupsi pembangunan stadion Mandala Krida dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016-2017 dengan pagu anggaran Rp85,845 miliar oleh Pemda DIY, yang diduga merugikan negara sebesar Rp35 miliar.
Kendati sejumlah saksi telah diperiksa seperti mantan Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Edy Wahyudi, menetapkan sejumlah nama, namun hingga kini KPK belum mengumumkan siapa saja yang menjadi tersangka kepada publik.
Baca Juga: JCW Desak KPK Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida
Saat dikonfirmasi, Alex menjelaskan perkembangan penyidikan kasus tersebut, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. KPK saat ini telah meminta Badan Pengawas Keuangan (BPK) untuk mengaudit berapa kerugian negara akibat dugaan korupsi kasus stadion Mandala Krida ini.
“Tapi saya lupa tepatnya berapa orang [yang sudah diperiksa]. saya juga sudah sampaikan kepada sinuwun [Sri Sultan HB X]. Ke depan supaya Inspektorat lebih diberdayakan untuk mengawasi pelaksanaan proyek-proyek di DIY secara umum,” ungkapnya.
Terkait pertemuan dengan Sri Sultan HB X, ia mengatakan pihaknya bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) berkoordinasi tentang sarana penanganan Covid-19.
Mulai dari alat-alat kesehatan hingga vaksin Covid-19, KPK ingin memastikan seluruh pengadaan yang dilakukan bisa betul-betul efektif, efisien, dan memberikan manfaat untuk masyarakat.
“Yang penting lagi, tidak ada penyimpangan atau pihak-pihak yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan nasional yang kita rasakan saat ini,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik