"Kami cek dulu data mereka di DPT. Mereka bisa pakai A5 asal mereka ber-KTP Sleman dan terdaftar DPT, maka kami siap proses A5," ungkapnya.
Diprediksi, ada 74 orang yang tidak keluar atau bebas dari Lapas hingga memasuki masa pemungutan suara Pilkada. Sementara itu, ada 39 orang yang sementara ini sudah masuk DPT Pilkada 2020 Sleman.
"Jadi kekurangan surat suara ada 40. Nah itu mekanismenya pergeseran surat suara," ungkapnya.
Sebagai penyelenggara yang mamfasilitasi hak pilih pasien COVID-19, PPK Mlati sudah dibekali APD.
"Tadi juga sudah ada SOP yang diturunkan dari Dinkes, untuk [pelayanan] pasien COVID-19 di karantina dan yang sedang isolasi mandiri di rumah," ujarnya.
Divisi Teknis Penyelenggaraan PPK Mlati Dwi Jatmiko mengungkapkan, saat pelaksanaan pemungutan suara, pemilih akan menuju ke TPS atau bilik yang disediakan oleh petugas.
Mereka datang sesuai jam yang sudah ditentukan pada undangan, dan diinstruksikan agar tidak berkerumun. Untuk keseluruhan teknis pelaksanaan pemungutan suara, KPPS, PPS, PPK dan KPU masih terus berkoordinasi. Yang pasti, pihaknya juga bekerjasama dengan tim media dan Gugus Tugas COVID-19.
Bagaimana Hak Pilih Pasien ICU?
Kala ditanya soal hak pilih pasien yang berada di ruang critical, Jami menyatakan hingga kini masih belum ada informasi pasti untuk hal itu.
Baca Juga: Alokasi Vaksin Covid-19 di Sleman Belum Fix, Ini Kata Dinkes Sleman
"Rencananya tadi Sardjito ada UU Darurat Kesehatan, pasien dikarantina juga ada kebijakan tertentu. Tapi belum tahu kesimpulan seperti apa, kalau kami nderek dawuh dari KPU seperti apa," ungkapnya.
Namun Jami memastikan, di Sardjito pihaknya sudah menyiapkan posko seperti TPS Bayangan. Bagi pasien dikarantina dipersilakan bila ingin menggunakan hak pilih mereka.
Informasi lainnya, dua orang petugas KPPS akan dibantu dengan Gugus Tugas. Gugus Tugas juga yang akan membackup dari sisi teknis.
"Ini juga lagi digodok di KPU juga," ungkapnya.
Mengulang informasi kembali, Jami menyebut total ada 182 TPS di Kapanewon Mlati. Untuk pasien di RSUP Dr Sardjito akan ikut TPS Bayangan dari warga Sendowo; penghuni Rusunawa Gemawang akan ikut warga Gemawang; pasien dikarantina di Asrama Haji ikut TPS warga Pogung Lor
Hingga hari ini, baru ada 15 nama pasien terdaftar sebagai calon pemilih RSUP Dr Sardjito, berdasarkan pendaftaran A5. Jumlah ini diperkirakan masih akan berubah, karena posko pendaftaran A5 Sardjito masih akan dibuka esok hari.
Tag
Berita Terkait
-
Kantor Bawaslu Disapu, Aktivis JCW Sindir Bagi Bansos di Pilkada Sleman
-
CEK FAKTA Pilkada Sleman: Klaim Paslon 03 Soal Perda Penanganan Bencana
-
CEK FAKTA Pilkada Sleman, Sri: Merapi Siaga, Warga Rentan Sudah Diungsikan?
-
CEK FAKTA Pilkada Sleman, DWS: Hampir Setengah APBD buat Belanja Pegawai?
-
Pasang Iklan Kampanye, 2 Akun Medsos Paslon Pilkada Sleman Ditindak Bawaslu
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Imigrasi Yogyakarta Kembali Gagalkan Keberangkatan 3 Pria Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
-
Jangan Asal Perluas! Pemda DIY Tuntut Sistem MBG Dibenahi Total Sebelum Masuk Kampus
-
Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo