SuaraJogja.id - Tingkat partisipasi masyarakat Sleman dalam Pilkada serentak tahun 2020 tidak maksimal. Hal itu terlihat dengan temuan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Kecamatan Depok yang hanya didatangi oleh kurang dari setengah warganya.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Depok, Sleman, Wuri Handayani kepada awak media, Senin (14/12/2020). Wuri mengakui bahwa memang ada salah satu TPS di wilayah Mancasan yang minim dengan kedatangan warganya.
"Memang salah satu TPS di daerah Condongcatur yang Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat sekitar 300 orang tapi yang hadir hanya kurang lebih 50 orang saja," kata Wuri setelah memaparkan hasil rekapitulasi suara Kecamatan Depok di KPU Sleman.
Dijelaskan Wuri, terkait tingkat partisipasi masyarakat di tingkat kelurahan sendiri memang hanya berkisar diangka 65-67 persen. Tidak jauh berbeda dengan presentase di tingkat kecamatan yang masih tidak bisa menyentuh angka 70 persen atau tepatnya hanya sekitar 65 persen.
Terkait dengan salah satu TPS yang hanya dihadiri oleh segelintir orang dari jumlah ratusan yang ada, Wuri mengatakan ada beberapa faktor. Di antaranya dilihat dari wilayah tersebut yang berada di kompleks perumahan dengan banyak warganya bekerja di luar kota sehingga tidak bisa pulang saat pemungutan suara berlangsung.
Selain itu rendahnya tingkat partisipasi masyarakat di tingkat kelurahan sendiri dipahami sebagai dampak dari masa pandemi Covid-19. Meskipun tidak bisa memastikan, namun Wuri menyatakan dari beberapa warga yang sempat ditemui mengaku memang ketakutan saat ditanya apakah akan menggunakan hak suaranya atau tidak pada 9 Desember 2020 kemarin.
"Kita sebenarnya sudah menyampikan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan pemahaman bahwa siapa pun yang datang untuk menyumbangkan suara ke TPS tetap aman. Tapi ya memang itu dikembalikan sepenuhnya kepada pemilih sendiri mau atau tidak," terangnya.
Wuri menerangkan bahwa pihaknya sudah mencoba melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam artian selama pilkada protokol kesehatan dijaga dengan ketat. Hal itu ditunjukkan dengan fasilitas yang juga diberikan oleh KPU Sleman terkait logistik Alat Pelindung Diri (APD), dari masker hingga sarung tangan.
"Tapi ya sekali lagi untuk tingkat kehadiran masyarakat kita sudah tidak bisa memaksakan, itu di luar kewenangan kita," sebutnya.
Baca Juga: Sirekap Sempat Eror, KPU Sleman Tetap Rapat Pleno Rekapitulasi Hitung Suara
Disampaikan Wuri, bahwa kemarin pihaknya juga telah memfasilitasi pasien di dua rumah sakit yakni Rumah Sakit JIH dan RSU Hermina. Terkait dengan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah, pihaknya tidak mendapat permintaan dari yang bersangkutan.
Meski dengan tingkat partisipasi yang belum maksimal, Wuri menilai secara keseluruhan penyelenggaraan Pilkada Sleman tahun ini berjalan cukup bagus. Dalam artian KPU Sleman sudah banyak memfasilitasi penyelenggaraan Pilkada agar tetap bisa akan hingga tingkat TPS bahkan kepada seluruh KPPS.
"KPPS juga dapat fasilitas rapid tes. Linmas pun demikian. Jadi saat bertugas kemarin sudah sedikit tenang karena aman hasilnya non reaktif semua," tuturnya.
Terkait dengan penggunaan sistem Sirekap, diakui Wuri masih menyisakan kendala tersendiri. Hal itu membuat rekapitulasi yang dilakukan oleh pihaknya menggunakan lembar kerja Excel.
"Tapi memang kita sudah siapkan dari 7 orang KPPS, 1 orang bertugas untuk mengerjalan Sirekap. Mereka juga semangat sekali untuk belajar. Terbukti sudah sekitar 65 persen data se-Kecamatan Depok yang sudah terunggah. Sisanya memang tidak bisa karena sistemnnya masih eror," ucapnya.
Wuri menyebutkan bahwa di Kecamatan Depok sendiri terdapat total 240 TPS. Sementara untuk DPT berjumlah 88.431 orang dengan jumlah pengguna hak pilih dalam DPT sebanyak 56.220 orang.
Berita Terkait
-
Tunggu Hasil Resmi dari KPU, Begini Respons Paslon 01 dan 02 Pilkada Sleman
-
Pilkada Sleman di Tengah Pandemi, Partisipasi Masyarakat Tak Maksimal
-
Berhalangan Hadir, Gus Miftah Absen di Pilkada Sleman
-
Lengkap, Hasil Sementara Hitung Suara Pilkada Sleman, Bantul, Gunungkidul
-
CEK FAKTA Pilkada Sleman: Surat Suara Sudah Tercoblos, Paslon 03 Curang?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi