SuaraJogja.id - Masa kampanye Pemilihan Lurah 2020 di Kabupaten Bantul telah usai. Saat ini rentetan agenda pemilihan lurah memasuki masa tenang.
Sejumlah pihak baik dari Pemkab, Polres dan Kodim 0729/ Bantul berupaya agar pemilihan pemimpin di tingkat kelurahan ini berjalan kondusif.
Hal itupun dilakukan dengan menggelar Deklarasi Pemilihan Lurah, Aman, Damai serta Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 di Gedung Induk Parasamya komplek Pemkab Bantul, Kamis (24/12/2020).
Deklarasi dihadiri 75 calon lurah yang akan bersaing di pemilihan 27 Desember nanti. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono. Pihaknya menjelaskan bahwa calon lurah harus bersaing secara sehat. Selain itu diharapkan calon lurah tak mengajak kelompok massa tertentu memperkeruh suasana pemilihan.
"Berkaca pada Pilkada Bupati-Wakil Bupati Bantul 2020 kemarin semua berjalan kondusif. Maka dari itu pada pemilihan lurah nanti hal ini bisa diterapkan juga. Calon harus bersaing secara sehat dan jangan mengajak kelompok massa membuat hal-hal yang memperuncing suasana," kata Wachyu ditemui di komplek Pemkab Bantul, Kamis.
Ia menjelaskan jikapun terjadi permasalahan di sebuah lingkungan kelurahan. Masing-masing perangkat bisa menyelesaikan dengan cara yang baik.
"Persoalan itu bisa diselesaikan dengan cara yang baik. Atau dengan cara kekeluargaan," harap dia.
Wachyu tak menampik pemilihan lurah di Bantul saat ini dimungkinkan adanya gesekan horizontal di tengah warga. Dengan demikian pihaknya telah mengantisipasi dengan mengerahkan jajaran Polsek di tiap wilayah termasuk Bhabinkamtibmas untuk meredam situasi yang mengganggu jalannya pemilihan lurah.
"Antisipasi kami tentu dengan menerjunkan jajaran dari Polsek, baik intelijen dan juga Bhabinkamtibmas di wilayah hukumnya masing-masing. Artinya pendekatan ini mereka harus lakukan agar semua kegiatan berjalan kondusif," ujar dia.
Baca Juga: Libur Tahun Baru 2021, Dispar Bantul Optimistis Raup Pendapatan Rp16 M
Pemilihan lurah yang diketahui tak ada petugas pengawasan seperti Pilkada Bupati dan Wakil Bupati memang rawan adanya pelanggaran. Sehingga, ketika ada laporan pelanggaran akan ditindaklanjuti oleh kepolisian.
Kendati demikian, kata Wachyu, laporan atau dugaan terjadinya pelanggaran belum dia terima hingga saat ini.
"Sejauh ini belum ada laporan yang mengarah pada pelanggaran pemilihan lurah. Artinya kami terus melakukan pemantauan. Jika memang ada laporan dan kita tahu, tentu kita lakukan penegakaan hukum," terang dia.
Terpisah Bupati Bantul, Suharsono mengharapkan para calon lurah bisa saling menjaga ketentraman di wilayahnya masing-masing.
"Sebentar lagi pemilihan lurah dilangsungkan, saya hanya berpesan agar yang menang tidak perlu sombong, dan yang kalah harus legowo. Semuanya perlu menjaga kondusifitas lingkungannya masing-masing," terang Suharsono usai acara deklarasi.
Untuk diketahui Pemilihan Lurah di Kabupaten Bantul diikuti oleh 75 calon lurah dari 24 Kelurahan yang ada di Bantul. Hari pemilihan jatuh pada Minggu (27/12/2020).
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi