Sebenarnya perkembangan teknologi komunikasi juga dapat dimanfaatkan untuk oleh Heru untuk selalu menjalin komunikasi dengan keluarganya di rumah. Namun ia lebih memilih untuk memanfaatkan hubungan secara langsung saat nanti bertemu di rumah.
Komunikasi yang dilakukan tetap berjalan namun hanya sebatas memberikan kabar mendesak. Heru dan keluarga sudah memiliki kepercayaan satu sama lain yang memang tidak perlu digantikan oleh teknologi justru itu memperkuatnya.
"Kita mengikuti kemajuan teknologi yang ada tapi justru itu jarang dimanfaatkan. Sebab saya ingin lebih pure, artinya di rumah ada ibu dan bapak di sini bertugas. Namun kalau ada sesuatu tetap komunikasi. Kadang memang kepingin untuk terus berkomunikasi tapi nanti jadi kurang fokus malahan. Intinya sudah sama-sama yakin," kata pria yang memiliki tiga orang anak tersebut.
Heru menyebut guyonan atau bercandaan di rumah justru tidak membicarakan kerjaan atau kaitannya dengan tugasnya sebagai petugas PGM. Malahan anak-anaknya lebih fokus kepada sorotan media yang ditujukan kepada ayahnya tersebut.
Baca Juga: Pantau Mitigasi Merapi, Pemkab Akan Tambah Fasilitas di Pengungsian Turi
Disinggung mengenai apakah anaknya akan ikut meneruskan karir ayahnya dan masuk BPPTKG, Heru lebih memilih untuk mempercayakan kepada Tuhan. Selain itu, ia menilai lebih baik berjalan sesuai dengan air mengalir saja tapi tetap pada prinsipnya orang tua ingin anak yang soleh dan itu luas artinya.
"Pekerjaan saya sekarang ini ya bagian hidup juga, khususnya di bidang kebencanaan. Saya memang suka alam. Selain ada bencana yang memang kadang datang, tapi saya juga bisa melihat alam kekuasaan sang pencipta untuk menumbuhkan energi dan keimanan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tradisi Sadranan di Boyolali: Jaga Kerukunan Jelang Ramadan
-
Pelaku Penusukan Sandy Permana Bukan Tetangga yang Ramah Menurut Warga
-
Sandy Permana Ditusuk, Warga Ungkap Kebiasaan Korban Sebelum Kejadian
-
Tanpa Kejanggalan, Keseharian Sandy Permana Sebelum Tewas Ditusuk Diungkap Orang Dekat
-
Sebelum Tewas Ditusuk, Sandy Permana Sempat Tegur Pelaku Gara-gara Kebiasaan Mabuk
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi