SuaraJogja.id - Ratusan pengungsi tepatnya 187 warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman sudah berada di lapangan balai desa Glagaharjo. Warga yang mayoritas merupakan warga kelompok rentan khususnya lansia itu duduk berjajar dengan tas yang sudah ditenteng di sampingnya.
Raut wajah penuh suka cita tak bisa ditutupi begitu saja oleh masker yang sudah terpasang di wajah mereka. Pasalnya sudah hampir tiga bulan lebih atau tepatnya 81 hari kelompok rentan ini berada di barak pengungsian Glagaharjo karena kondisi Gunung Merapi yang masih terus aktif.
"Saya senang bisa pulang ke rumah. Walaupun di sini enak, ya tapi kalau di rumah sendiri lebih enak," kata salah seorang pengungsi, Suparmi, kepada awak media, Selasa (26/1/2021).
Tak dipungkiri perasaan lega itu akhirnya dapat ia rasakan kembali setelah sekian lama. Sebab tak dipungkiri bahwa selama ini kejenuhan sudah mulai menggelayuti para pengungsi.
Perasaan senang bisa pulang setelah 3 bulan mengungsi itu benar-benar tak ditunjukkan oleh Suparmi. Meskipun Merapi masih dalam status Siaga atau Level III, ia mengaku tidak begitu terlalu takut.
Suparmi menyebut bakal lebih waspada dan menaati peraturan yang telah ditetapkan pemerintah terkait dengan aktivitas di sekitar lereng Gunung Merapi. Termasuk juga bersedia jika memang sewaktu-waktu diperintahkan mengungsi lagi.
"Kalau takut ya tidak cuma akan lebih waspada saja. Nanti kalau disuruh mengungsi lagi tetap siap," ucapnya.
Dukuh Kalitengah Lor, Suwondo, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mau menjaga dan merawat warga Kalitengah Lor selama ini. Nanti ia bakal memastikan setiap warganya untuk tetap patuh terhadap rekomendasi yang telah diberikan oleh pihak berwenang.
"Saya mewakili warga Kalitengah Lor sangat berterima kasih karena telah diperbolehkan untuk pulang. Terkait dengan keselamatan warga, nanti kita akan jaga bersama-sama," kata Suwondo.
Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan 43 Kali Lava Pijar dan 4 Awan Panas Dalam Sehari
Sementara itu Lurah Glagaharjo Suroto, mengatakan bahwa ratusan pengungsi di Glagaharjo ini sudah pulang sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi (BPPTKG). Pasalnya dari data yang ada terdapat perubahan rekomendasi daerah bahaya sejak beberapa waktu terakhir yang lebih condong ke arah barat daya.
"Sudah 81 hari mengungsi dan daftar terakhir yang kita pulangkan hari ini ada 187 orang. Jadi dasarnya kami surat edaran dari Bupati kaitannya dengan status Merapi biarpun masih Siaga tapi rekomendasi BPPTKG sudah dinyatakan aman. Artinya pengungsi di Glagaharjo, khususnya di Kalitengah Lor boleh dipulangkan," kata Suroto.
Meskipun sudah diperbolehkan untuk pulang, Suroto, menyebut ada syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh warga Kalitengah Lor. Sebab mengingat status Gunung Merapi yang saat ini masih belum diturunkan dari Siaga atau Level III.
"Kami sudah berpesan pada warga yang pulang, ada dua syarat yang harus dilaksanakan. Pertama harus selalu meningkatkan kewaspadaan dan yang kedua sesuai dengan rekomendasi BPPTKG dilarang untuk beraktivitas apapun di radius 3 kilometer dari puncak. Itu harus ditaati," kata Suroto.
Berita Terkait
-
Bahaya Merapi ke Barat Daya, 187 Pengungsi di Glagaharjo Boleh Pulang
-
Merapi Masih Keluarkan Awan Panas, Status Siaga Masih Dipertahankan
-
Warga Sleman yang Gelar Hajatan Harus Kantongi Rekomendasi Satgas
-
2 Minggu PTKM di Sleman, Hampir 2 Ribu Lokasi Ditindak Satpol PP
-
Lahir di Tenda Pengungsian, Bayi Perempuan Ini Diberi Nama Gempita
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana
-
Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika
-
Leo Pictures Gelar Gala Premiere Terbesar: 'Jangan Buang Ibu' Bakal Sentuh Hati Penonton Indonesia
-
Rupiah Melemah, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Kurs Kembali ke Rp15 Ribu