SuaraJogja.id - Kasus kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Sleman ternyata masih terus bertambah. Hal itu terbukti pada meningkatkan jumlah pemakaman pasien Covid-19 di TPU Madurejo, yang mencapai 14 kali dalam sebulan.
"Kita mulai melakukan pemakaman Covid-19 ini April terus sempat agak jeda. Setelah itu ada lonjakan lagi bulan November sebanyak 6 kali, Desember kemarin ada 7 pemakaman. Jadi memang ada peningkatan gitu," kata Koordinator Lapangan Tim Pemakaman Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 TPU Madurejo, Prambanan Purwanto kepada awak media, Selasa (2/2/2021).
Purwanto menyebutkan bahwa memang jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dimakamkan di TPU Madurejo ada beberapa yang karena ditolak di wilayahnya, sehingga memang mau tidak mau pihak keluarga harus mencarikan tempat pemakaman lain.
"Kita melayani yang istilahnya ditolak di kampungnya. Memang jumlahnya di sini tidak banyak karena kebanyakan masih bisa diterima di kampung masing-masing. Artinya asumsi tentang Covid-19 dari warga memang sudah agak reda," tuturnya.
Disampaikan Purwanto bahwa di TPU Madurejo tidak hanya melayani pemakaman Covid-19 saja, tetapi juga terdapat proses kremasi bagi keluarga yang memang membutuhkan.
Terkait data jumlah pemakaman kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di TPU Madurejo, Purwanto mengatakan, pada 2020, pihaknya sudah memakamkan sebanyak 45 jenazah.
Sementara, 10 pasien lain yang juga terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani proses kremasi.
"Kalau pada tahun 2021, pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah sebanyak 14, sedangkan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dikremasi sebanyak 4 jenazah," terangnya.
Purwanto menerangkan bahwa lahan yang tersedia di TPU Madurejo masih terlampau luas. Bahkan pada hari ini Selasa (2/2/2021) penambahan liang kubur juga masih dilakukan.
Baca Juga: Update: Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Sembuh Capai 52.067 Orang
Total akan ada penambahan sebanyak 40 liang kubur di TPU Madurejo. Nantinya jumlah itu akan dibagi dua berdasarkan agama Kristen atau Katolik dengan Islam yang masing-masing mendapatkan penambahan 20 liang kubur.
"Untuk luasan lahan bagi jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kami sediakan sekitar satu hektare. Sedangkan, luasan TPU Madurejo sendiri total luasan lahannya sekitar 7,5 hektare," tandasnya.
Sementara itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menampik ketersediaan liang kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Madurejo, Prambanan yang hanya menyisakan 10 liang saja.
Hingga saat ini dipastikan bahwa lahan yang tersedia masih cukup luas untuk menambah liang kubur bila memang dibutuhkan.
"Masih cukup, tidak ada masalah kurang lubang. Jadi prinsipnya berkaitan dengan pemakaman Covid-19 Pemkab Sleman siap. Tidak ada kata mingkuh, ini tanggungjawab pemerintah, kita lakukan. Info sisa 10 liang itu, ya tidak ada masalah. Tinggal gali lagi," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya.
Harda menyampaikan dari segi lahan hingga saat ini TPU Madurejo masih menyisakan banyak ruang, sehingga memang tidak ada kekurangan jika memang dibutuhkan tambahan liang-liang kubur yang baru.
Berita Terkait
-
Update: Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Sembuh Capai 52.067 Orang
-
Liang Kubur TPU Madurejo Dikabarkan Tinggal 10, Begini Kata Pemkab Sleman
-
2 Februari: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 10.379 Jadi 1.099.687 Orang
-
83 orang Meninggal karena Covid-19 selama Januari, Ini Kata Dinkes Bantul
-
Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh di Jepang Sulit Kembali Bekerja
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup