SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman masih terus mengusahakan penambahan ruang ICU untuk penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasalnya saat ini baru ada 6 rumah sakit di Sleman yang memiliki ruang critical tersebut untuk pasien Covid-19.
Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan bahwa jika mengacu pada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) penambahan ruang isolasi harus mencapai paling tidak 40 persen dari semua kapasitas yang ada. Total itu nantinya akan diisi atau dibagi dengan ruang kategori critical setidaknya 5 persen.
"Dari total 25 rumah sakit rujukan di Sleman, baru 6 di antaranya yang dilengkapi ruang critical khusus penanganan pasien Covid-19. Ada di RSUP dr Sardjito, RSUD Sleman, Hermina, JIH, RSA UGM, dan PKU Muhammadiyah Gamping," ujar Joko saat dikonfirmasi awak media, Rabu (3/1/2021).
Lebih miris lagi, total ruang critical tersebut hampir terisi penuh oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan saat ini penopang yang masih bertahan praktis hanya RSUP dr. Sardjito.
Sebab rumah sakit lain yang memiliki fasilitas penanganan atau bed pasien Covid-19 yang masuk dalam kategori critical sudah terisi. Sehingga hanya menyisakan RSUP dr. Sardjito untuk penanganan pasien dengan gejala berat Covid-19 di Sleman.
“Satu-satunya harapan tinggal di Sardjito yang mungkin masih bisa menerima. Masalahnya rumah sakit ini [RSUP dr. Sardjito] tidak hanya menerima pasien dari Sleman saja, ada pasien dari kabupaten lain," tuturnya.
Diterangkan Joko, dari enam rumah sakit dengan ruang critical tersebut, total ada 47 bed yang 40 bed di antaranya berada di RSUP dr. Sardjito. Jumlah tersebut telah bertambah dari jumlah sebelumnya yang hanya 32 bed saja secara keseluruhan.
"Sardjito itu juga sudah menambah banyak dari yang awal hanua 25 bed critical sekarang jadi 40 bed critical," imbuhnya.
Joko menegaskan bahwa penambahan ICU khusus penanganan pasien Covid-19 tidak bisa serta merta dilakukan. Perlu adanya perhitungan yang matang untuk menyediakan ruang pelayanan tersebut agar juga tidak menggangu pasien non Covid-19.
Baca Juga: Liang Kubur TPU Madurejo Dikabarkan Tinggal 10, Begini Kata Pemkab Sleman
Dicontohkan Joko, penambahan bed critical yang dilakukan oleh RSUD Sleman harus mengorbankan 4 ruang ICU untuk penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Padahal total RSUD Sleman memiliki 11 ruang ICU secara keseluruhan.
Hal lain yang penting untuk menjadi perhatian adalah tentang pemetaan zonasi di setiap rumah sakit. Rumah sakit wajib berada diklasifikasi zona hijau ketika akan melakukan penambahan ruang ICU Covid-19.
"Zona hijau artinya area tersebut harus steril atau non infeksius. Lalu ada juga zona kuning itu termasuk infeksius non airborne sedangkan kalau yang merah itu airborne. Satu saja di zona merah, itu nanti kanan kirinya jadi zona merah juga. Jadi memang tidak bisa asal mendirikan ruang critical,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000