Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 08 Februari 2021 | 07:47 WIB
Koordinator Lapangan Tim Pemakaman Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tempat Pemakaman Umum (TPU) Madurejo Purwanto di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman. - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Alasan kemanusiaan juga selalu menjadi pengingatnya untuk bertahan dalam setiap kondisi yang ada. Ia menila jika tidak ada orang-orang atau petugas yang mau memakamkan jenazah Covid-19 lalu siapa lagi.

Oleh karena itu, Purwanto jualga tidak tinggal diam ketika bisikan dari tetangga atau orang sekitarnya silih berganti datang menghampiri. Ia justru tetap teguh bahkan memberikan edukasi dan pemahaman tentang tugasnya tersebut.

"Saya memberi edukasi juga kepada warga. Misalnya rutinitas yang dilakukan petugas pemakaman. Saat setelah melakukan pemakaman, lalu disemprot, bersih-bersih dan lain sebagainya. Saya selalu bagikan itu, dari situ perlahan-lahan warga mulai menerima. Mungkin waktu itu belum paham, jadi hanya diterima dengan mentah saking takutnya," kata bapak dua anak ini.

Pria kelahiran 20 Maret 1976 yang juga pernah bertugas memakamkan jenazah korban erupsi Gunung Merapi 2010 itu menambahkan bahwa bercanda menjadi penting dalam tugasnya kali ini. Menurutnya di dalam setiap lelucon atau canda yang disampaikan oleh sesama petugas di situ juga mereka saling menguatkan satu sama lain.

Baca Juga: Tertinggi, Pemakaman Pasien Covid-19 TPU Madurejo pada 2021 Tembus 14 Kali

Selain itu, bercanda juga dinilai dapat mengurangi tingkat stres yang ada di saat mereka melakukan tugasnya. Dengan bercanda mereka bisa tetap semangat di tengah keterbatasan yang ada untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

"Sesama petugas juga saling menguatkan dengan cara bercanda dulu biar rasa tegang hilang. Ejek-ejekan setelah eksekusi itu bahas yang tadi juga buat lelucon. Intinya saling menguatkan satu sama lain," tandasnya.

Load More