Alasan kemanusiaan juga selalu menjadi pengingatnya untuk bertahan dalam setiap kondisi yang ada. Ia menila jika tidak ada orang-orang atau petugas yang mau memakamkan jenazah Covid-19 lalu siapa lagi.
Oleh karena itu, Purwanto jualga tidak tinggal diam ketika bisikan dari tetangga atau orang sekitarnya silih berganti datang menghampiri. Ia justru tetap teguh bahkan memberikan edukasi dan pemahaman tentang tugasnya tersebut.
"Saya memberi edukasi juga kepada warga. Misalnya rutinitas yang dilakukan petugas pemakaman. Saat setelah melakukan pemakaman, lalu disemprot, bersih-bersih dan lain sebagainya. Saya selalu bagikan itu, dari situ perlahan-lahan warga mulai menerima. Mungkin waktu itu belum paham, jadi hanya diterima dengan mentah saking takutnya," kata bapak dua anak ini.
Pria kelahiran 20 Maret 1976 yang juga pernah bertugas memakamkan jenazah korban erupsi Gunung Merapi 2010 itu menambahkan bahwa bercanda menjadi penting dalam tugasnya kali ini. Menurutnya di dalam setiap lelucon atau canda yang disampaikan oleh sesama petugas di situ juga mereka saling menguatkan satu sama lain.
Baca Juga: Tertinggi, Pemakaman Pasien Covid-19 TPU Madurejo pada 2021 Tembus 14 Kali
Selain itu, bercanda juga dinilai dapat mengurangi tingkat stres yang ada di saat mereka melakukan tugasnya. Dengan bercanda mereka bisa tetap semangat di tengah keterbatasan yang ada untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
"Sesama petugas juga saling menguatkan dengan cara bercanda dulu biar rasa tegang hilang. Ejek-ejekan setelah eksekusi itu bahas yang tadi juga buat lelucon. Intinya saling menguatkan satu sama lain," tandasnya.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur dan Candi Prambanan saat Libur Lebaran 2025, Jangan Keliru!
-
Ini Panduan Lengkap Liburan ke Candi Prambanan Beserta Harga Tiket selepas Nyepi
-
Swara Prambanan 2025 Bakal Hadir Akhir Tahun, Penjualan 'Blind Ticket' Dimulai Rp50 Ribu Saja!
-
Fadly Faisal Liburan ke Prambanan, Netizen Heboh Ingatkan Mitos Putus!
-
Bawa Pacar Jalan-Jalan ke Prambanan, Fadly Faisal Diingatkan Warganet: Mitosnya ...
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo