Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 08 Februari 2021 | 07:47 WIB
Koordinator Lapangan Tim Pemakaman Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tempat Pemakaman Umum (TPU) Madurejo Purwanto di TPU Madurejo, Prambanan, Sleman. - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Pria yang akrab disapa Pak Krebo ini menuturkan, saat ini jumlah petugas pemakaman yang ada di TPU Madurejo sebanyak 9 orang termasuk dirinya. Sementara untuk ia sendiri, sampai saat ini terhitung sudah memakamkan sebanyak 59 jenazah Covid-19.

Tak hanya bertugas untuk ikut mengantarkan jenazah ke liang kuburnya, Purwanto juga melakukan dokumentasi prosesi pemakaman jenazah hingga berkoordinasi dengan keluarga.

"Jadi nanti rumah sakit akan menelpon call center untuk memberikan kabar bahwa ada jenazah Covid-19. Setelah data yang bersangkutan akan dicek terlebih dulu, dari surat kematian KTP dan lainny. Lalu kita hubungi keluarga untuk konfirmasi apa benar akan dimakamkan di TPU Madurejo, kalau memang benar lalu saya bisa menghubungi teman-teman untuk merapat," paparnya.

Koordinasi dengan rumah sakit menjadi penting karena memang petugas pemakaman juga memerlukan waktu untuk bersiap dengan segala APD-nya. Ditambah dengan tambahan waktu tempuh yang tidak sebentar dari rumah masing-masing menuju ke TPU Madurejo.

Baca Juga: Tertinggi, Pemakaman Pasien Covid-19 TPU Madurejo pada 2021 Tembus 14 Kali

Disampaikan Purwanto, paling tidak para petugas diberikan waktu 1,5 jam setelah jenazah dikoordinasikan dan pasti akan dimakamkan di TPU Madurejo. Waktu itu digunakan untuk menuju ke TPU Madurejo hingga siap dengan APD.

Jika semua petugas siap, maka ia bisa mempersilakan rumah sakit untuk mengantarkan jenazah. Koordinasi itu diperlukan agar tidak ada miskomunikasi atau saling menunggu yang menyebabkan pemakaman menjadi lebih lama.

Bahkan pernah suatu ketika, kata Purwanto, dari pihak rumah sakit sudah mengarahkan ke TPU Madurejo. Namun ternyata pihak keluarga justru sudah melakukan koordinasi dengan pihak kampung dan diterima, tapi tidak memberi tahu para petugas di TPU Madurejo.

"Padahal saat itu petugas sudah sampai sini [TPU Madurejo]. Kita nunggu lama dan saat ditelpon lagi ternyata sudah dimakamkan di kampung. Ya nunggu 2 jam lebih, temen-temen ini rumahnya juga tidak dekat ada yang Srumbung, Cangkringan, dan Godean, ya terpaksa balik kanan," ujarnya.

Purwanto menilai, koordinasi saat ini sudah berjalan lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu. Untuk melancarkan kerja petugas pun, ia sempat menempel stiker gugus tugas di kendaraan masing-masing petugas.

Baca Juga: Liang Kubur TPU Madurejo Dikabarkan Tinggal 10, Begini Kata Pemkab Sleman

Disunggung mengenai perlengkapan APD yang tersedia, Purwanto mengaku memang hingga saat ini ketersediaannya masih minim. Mau tidak mau, para petugas pemakaman jenazah Covid-19 pun harus rela menggunakan APD bekas.

Load More