Pria yang akrab disapa Pak Krebo ini menuturkan, saat ini jumlah petugas pemakaman yang ada di TPU Madurejo sebanyak 9 orang termasuk dirinya. Sementara untuk ia sendiri, sampai saat ini terhitung sudah memakamkan sebanyak 59 jenazah Covid-19.
Tak hanya bertugas untuk ikut mengantarkan jenazah ke liang kuburnya, Purwanto juga melakukan dokumentasi prosesi pemakaman jenazah hingga berkoordinasi dengan keluarga.
"Jadi nanti rumah sakit akan menelpon call center untuk memberikan kabar bahwa ada jenazah Covid-19. Setelah data yang bersangkutan akan dicek terlebih dulu, dari surat kematian KTP dan lainny. Lalu kita hubungi keluarga untuk konfirmasi apa benar akan dimakamkan di TPU Madurejo, kalau memang benar lalu saya bisa menghubungi teman-teman untuk merapat," paparnya.
Koordinasi dengan rumah sakit menjadi penting karena memang petugas pemakaman juga memerlukan waktu untuk bersiap dengan segala APD-nya. Ditambah dengan tambahan waktu tempuh yang tidak sebentar dari rumah masing-masing menuju ke TPU Madurejo.
Baca Juga: Tertinggi, Pemakaman Pasien Covid-19 TPU Madurejo pada 2021 Tembus 14 Kali
Disampaikan Purwanto, paling tidak para petugas diberikan waktu 1,5 jam setelah jenazah dikoordinasikan dan pasti akan dimakamkan di TPU Madurejo. Waktu itu digunakan untuk menuju ke TPU Madurejo hingga siap dengan APD.
Jika semua petugas siap, maka ia bisa mempersilakan rumah sakit untuk mengantarkan jenazah. Koordinasi itu diperlukan agar tidak ada miskomunikasi atau saling menunggu yang menyebabkan pemakaman menjadi lebih lama.
Bahkan pernah suatu ketika, kata Purwanto, dari pihak rumah sakit sudah mengarahkan ke TPU Madurejo. Namun ternyata pihak keluarga justru sudah melakukan koordinasi dengan pihak kampung dan diterima, tapi tidak memberi tahu para petugas di TPU Madurejo.
"Padahal saat itu petugas sudah sampai sini [TPU Madurejo]. Kita nunggu lama dan saat ditelpon lagi ternyata sudah dimakamkan di kampung. Ya nunggu 2 jam lebih, temen-temen ini rumahnya juga tidak dekat ada yang Srumbung, Cangkringan, dan Godean, ya terpaksa balik kanan," ujarnya.
Purwanto menilai, koordinasi saat ini sudah berjalan lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu. Untuk melancarkan kerja petugas pun, ia sempat menempel stiker gugus tugas di kendaraan masing-masing petugas.
Baca Juga: Liang Kubur TPU Madurejo Dikabarkan Tinggal 10, Begini Kata Pemkab Sleman
Disunggung mengenai perlengkapan APD yang tersedia, Purwanto mengaku memang hingga saat ini ketersediaannya masih minim. Mau tidak mau, para petugas pemakaman jenazah Covid-19 pun harus rela menggunakan APD bekas.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur dan Candi Prambanan saat Libur Lebaran 2025, Jangan Keliru!
-
Ini Panduan Lengkap Liburan ke Candi Prambanan Beserta Harga Tiket selepas Nyepi
-
Swara Prambanan 2025 Bakal Hadir Akhir Tahun, Penjualan 'Blind Ticket' Dimulai Rp50 Ribu Saja!
-
Fadly Faisal Liburan ke Prambanan, Netizen Heboh Ingatkan Mitos Putus!
-
Bawa Pacar Jalan-Jalan ke Prambanan, Fadly Faisal Diingatkan Warganet: Mitosnya ...
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo