Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 16 Februari 2021 | 18:50 WIB
[Ilustrasi] Warga beraktivitas di kawasan Jalan Kebon Melati, Jakarta, Sabtu (6/1).

SuaraJogja.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan, jumlah penduduk miskin di provinsi ini mengalami peningkatan. Pandemi Covid-19 diduga menjadi penyebab utama angka penduduk miskin di DIY bertambah tinggi.

Kepala BPS DIY Sugeng Arianto menuturkan, perkembangan penduduk miskin di DIY mengalami kenaikan menjadi 12,80 persen. Angka tersebut terhitung sejak September 2020, dengan perbandingan periode yang sama, atau tepatnya pada September 2019, yang tercatat sebesar 11,44 persen.

"Per September 2020, jumlah penduduk miskin di DIY naik menjadi 503,14 ribu orang. Kalau dibandingkan dengan Maret 2020, peningkatannya sebanyak 27,4 ribu orang atau 5,76 persen," ujar Sugeng saat dikonfirmasi awak media, Selasa (16/2/2021).

Sugeng menyatakan, jumlah penduduk miskin yang tercatat secara absolut di wilayah DIY didominasi pada daerah perkotaan. Hal ini terlihat dari data pada September 2020, yang mencatat jumlah penduduk miskin di perkotaan DIY sebanyak 353,21 ribu orang.

Baca Juga: Angka Kemiskinan di Kulon Progo Tinggi, Sutedjo Ajak Beli Produk Lokal

Jumlah itu, kata Sugeng, dua kali lipat lebih dari jumlah penduduk miskin yang berada di daerah pedesaan. Pasalnya di wilayah pedesaan sendiri, jumlah penduduk miskin hanya tercatat sebanyak 149,93 ribu orang.

"Kalau kita melihat proporsi komposisi anggota rumah tangga di DIY, rumah tangga miskin itu rata-rata anggota rumah tangganya untuk di perkotaan itu 4,72 orang, sementara di pedesaan 4,15. Jadi anggota rumah tangga di rumah tangga miskin perkotaan lebih besar dari anggota rumah tangga rata-rata di wilayah pedesaan," paparnya.

Lebih lanjut, Sugeng menerangkan, jika dilihat pada perbandingan kondisi di Maret 2020, penambahan penduduk miskin di perkotaan memang lebih banyak.

Mengacu pada data yang dimiliki BPS DIY, maka penduduk miskin di perkotaan mengalami penambahan sebanyak 27,1 ribu orang. Sementara, penduduk miskin yang ada dipedesaan justru hanya bertambah sebanyak 0,3 ribu orang saja.

Namun demikian, Sugeng menyatakan, jika dilihat secara persentase, penduduk miskin di pedesaan malah lebih banyak dibandingkan di perkotaan.

Baca Juga: Beras dan Rokok Sumbang Angka Kemiskinan Sumsel Saat Pandemi

"Kalau kita perhatikan tren dan disparitas perkotaan dan pedesaan sejak Maret 2011 hingga Maret 2020 terlihat bahwa persentase penduduk miskin di wilayah pedesaan memang selalu lebih tinggi dari wilayah perkotaan tetapi angka semakin mendekat," terangnya.

Load More