Jenjang karier abdi dalem sendiri terbagi menjadi 12 kepangkatan di bawah ini:
- Jajar
- Bekel Anom
- Bekel Sepuh
- Lurah
- Penewu
- Wedono
- Riya Bupati
- Bupati Anom
- Bupati Sepuh
- Bupati Kliwon
- Bupati Nayoko
- Pangeran Sentana
Sempat diperbincangkan pada 2016 lalu bahwa kekucah untuk Jajar sebesar Rp15 ribu. Di samping itu, Abdi Dalem Punakawan Tepas disebut-sebut mendapat honor Rp1,1 juta sampai Rp2,5 juta per bulan, sedangkan Abdi Dalem Punakawan Caos Rp150 ribu sampai Rp400 ribu per bulan.
Kendati begitu, menjadi seorang abdi dalem selalu diidentikkan dengan niat pengabdian, sehingga semestinya kekucah tidak terlalu diprioritaskan sebagai tujuan dalam bekerja.
"Menjadi Abdi Dalem merupakan sebuah panggilan. Dasarnya adalah kesukarelaan dan juga utk mencari ketrentaman hidup. Keraton Yogyakarta tidak pernah memberikan posisi maupun gelar Abdi Dalem, tanpa yang bersangkutan mengajukan diri," cuit @kratonjogja, 2019 silam.
"Di Keraton Yogyakarta, setiap Abdi Dalem akan menerima “kekucah” (imbalan) yang berasal dari kekayaan Raja dalam jumlah yang sangat tidak besar. Karena dasarnya kesukarelaan, banyak yang menganggap pemberian tersebut sebagai berkah," imbuhnya.
Pendapat serupa pun banyak disampaikan warganet dalam kolom komentar untuk unggahan @kratonjogja.
"Saat menjadi abdi dalem gaji bukan lah dipikirkan, melainkan pengabdian pada budaya lah yang selalu dijunjung, bila ingin mencari uang dengan menjadi abdi dalem itu bukanlah pilihan yang tepat," ungkap @fhi***.
"Abdi budaya, menjaga budaya, dibayar g dibayar ikhlas mawon. Kekuncah anggal mawon sebagai berkah," tulis @yan***.
"Bukan pilihan yg tepat mas klo mencari gaji," jelas @his***.
Baca Juga: Peringatan 266 Tahun Perjanjian Giyanti Dihadiri 2 Putri Keraton Yogyakarta
Berita Terkait
-
Peringatan 266 Tahun Perjanjian Giyanti Dihadiri 2 Putri Keraton Yogyakarta
-
Komentari Surat Pemecatan, Sri Sultan Sebut Gusti Prabu Makan Gaji Buta
-
Bantah Pecat Gusti Prabu, Ini Penjelasan Keraton Yogyakarta
-
Dipecat dari Keraton Yogya, Gusti Prabu Ingatkan Sultan Kembali ke Paugeran
-
Muncul Kabar Jabatannya Dicopot dari Keraton Yogyakarta, Gusti Prabu: Sabar
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan