SuaraJogja.id - Bau busuk di sudut warung makan yang ada di Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta siang itu tak menyurutkan niat Kasmani mengangkut puluhan kantong sampah yang tergeletak. Tak butuh waktu lama, pria 54 tahun itu meletakkan sampah-sampah tersebut ke keranjang motor miliknya.
Selalu beraktivitas di dekat tempat sampah, ayah dua anak ini tanpa mengeluh menjalani hari-harinya sebagai pemulung. Hal itu disyukuri meski situasi pandemi Covid-19 di DI Yogyakarta belum juga hilang.
“Saya biasa mengambil sampah di Jalan Musikanan, masuk di Kampung Panembahan, selain itu di Alun-alun Utara Jogja. Biasanya di Alun-alun saya mengangkut sampah cafe dan restoran. Jika di Kampung Panembahan, sampah rumah tangga yang saya angkut,” ujar Kasmani ditemui Suarajogja.id, Kamis (4/3/2021).
Seorang diri berkeliling menjalankan tugasnya, dalam sehari Kasmani mengangkut lebih kurang 30 kilogram sampah rumah tangga. Penghasilannya pun diakui tak jauh berbeda dengan situasi sebelum adanya Covid-19.
“Total dalam sebulan mengangkut sampah di Alun-alun Utara mencapai Rp500 ribu. Jika di komplek rumah warga sebulan bisa sekitar Rp2,5 juta,” jelas dia.
Beruntung Kasmani memiliki motor sendiri untuk membantu pekerjaannya. Walaupun hingga saat ini dirinya masih membayar cicilan motor yang dia beli pada 2012 lalu.
Memiliki penghasilan yang cukup, Kasmani masih harus bertahan untuk menghidupi keluarganya. Disamping membiayai anaknya melanjutkan pendidikan di bangku SMP, cicilan rumah juga harus ia lunasi.
“Pendapatan saya habiskan untuk membayar sejumlah cicilan, membiayai anak sampai cicilan rumah. Namun selalu saya syukuri berapapun dapatnya,” kata dia.
Kesan menjadi seorang pemulung, masih dianggap sebagai pekerjaan yang tak akan membuat kaya. Bahkan banyak orang yang menjauhi aktivitas itu meskipun dibayar cukup besar.
Baca Juga: Gaji Jauh di Bawah UMR, 2 Sarjana Ini Setia Jadi Abdi Dalem Keraton Jogja
Bagi Kasmani bukan soal pekerjaan, tapi baginya, menjadi rakyat biasa bisa bermanfaat untuk orang lain.
“Ya saat ini saya menganggap pekerjaan saya halal, jika sampah ini tidak saya angkut siapa lagi yang akan membuang sampah ke TPST? Yang terpenting bekerja apapun itu, mampu bermanfaat bagi orang lain. Disamping itu saya hadir untuk membantu warga lain,” ungkap dia.
Saling membantu warga lain, Kasmani juga mencontohkan dengan banyaknya aktivitas berbagi oleh sekelompok warga yang kerap dilakukan di Alun-alun Utara. Ia menganggap di tengah situasi pandemi Covid-19 masih banyak yang terdampak dan kesulitan untuk makan dan harus dibantu.
“Saya kerap melihat dan mendapat bantuan baik sembako dan kebutuhan sehari-hari dari orang-orang. Jadi tak perlu dilihat dari berapa banyaknya jumlah yang mereka beri. Tapi dorongan untuk saling membantu. Pandemi seperti ini banyak orang-orang yang masih kesulitan,” terang Kasmani.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah anggota dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) Yogyakarta menggelar acara bakti sosial berupa pembagian sembako gratis. Sasarannya adalah tukang becak, hingga pengangkut sampah yang biasa beroperasi di sekitar Alun-alun Utara dan Titik Nol Kilometer.
“Ini salah satu bagian dari program PRD Berbagi, dimana pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun adanya penerapan kebijakan ini ada banyak warga yang terdampak terutama tukang becak, pedagang kaki lima dan lainnya,” ungkap Ketua PRD Yogyakarta, Ardi Sihab usai pembagian sembako di Alun-alun Utara.
Berita Terkait
-
Gaji Jauh di Bawah UMR, 2 Sarjana Ini Setia Jadi Abdi Dalem Keraton Jogja
-
Cari Barang Bekas, Pemulung di Tangerang Temukan Mayat Bayi Dalam Plastik
-
Glamor Abis! Simak Transformasi Pemulung Saat Wujudkan Pernikahan Impian
-
Kemensos Rehabilitasi Sosial para Pengemis dan Pemulung dengan Ketrampilan
-
Dalam Perjalanan ke Kantor, Mensos Sapa Pemulung dan Dilatih Kewirausahaan
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja
-
Permintaan Les UTUL UGM di Jogja Nyaris Setara UTBK, Edufio Jalankan Keduanya
-
Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan
-
Ponpes Ash-Sholihah Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pengurusnya
-
Soroti Isu Ketahanan Pangan, Ratusan Mahasiswa Lintas Kampus Ikuti Forum Rembuk Pangan di Jogja