Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:15 WIB
Memecahkan Kode Rahasia ala Orang Jogja alias Boso Walikan
Ilustrasi boso walikan Jogja - (Suara.com/Rochmat)

Jadi, begini pasangan penukarannya: ha-pa, na-dha, ca-ja, ra-ya, ka-nya, da-ma, ta-ga, sa-ba, wa-tha, dan la-nga.

Boso Walikan Jogja - (Twitter/@PaniradyaJogja)
Boso Walikan Jogja - (Twitter/@PaniradyaJogja)

Biar lebih jelas, contohnya, kata "dagadu" berarti "matamu". Bagaimana bisa? Karena "ma" ditukar dengan "da", "ta" dengan "ga", dan lagi, "mu" dengan "du".

Lalu, kata "dab", yang artinya "mas", berasal dari penukaran "ma" dengan "da", ditambah "sa", yang ditukar dengan "ba", tetapi huruf konsonannya saja.

Masih banyak lagi kata-kata lainnya dari bahasa gaul muda-mudi Jogja ini. Berikut beberapa contohnya yang paling umum diucapkan:

Baca Juga: Murni dan Autentik, Menu di Warung Burjo Ini Terkenal Legendaris

  • dogoy = motor (sepeda motor)
  • dosing = mobil
  • hongib/hongibi = polisi
  • jape methe = cahe dewe (teman sendiri)
  • lodse = ngombe (minum)
  • mothig (dari muthig) = duwit (uang)
  • nyothe = kowe (kamu)
  • pagob = atos (keras)
  • pahin (dari pahiny) = apik (bagus)
  • poya = ora (tidak)
  • poya hoho = ora popo (tidak apa-apa)
  • poya mothig = ora [duwe] duwit (tidak punya uang)
  • pisu = ibu
  • sahan (dari sahany) = bapak (ayah)
  • sangi = bali (pulang)
  • soco = bojo (pasangan)
  • themon (dari themony) = wedok (cewek)
    dan masih banyak lagi

Sudah paham belum? Sudah menemukan arti "poya mothig poya hoho"?

Lalu misalnya, kalau "SuaraJogja" menjadi "BupayaCotca", coba, kalau nama lengkap kamu diganti pakai boso walikan Jogja, jadinya apa?

Load More