Sementara itu, salah satu petugas Satpol-PP Kabupaten Sleman, Arif Widi yang sudah menerima vaksin, mengaku tidak merasakan rasa sakit saat beri suntikan vaksin. Setelah proses vaksinasi selesai pun tidak ada efek samping berat yang dirasakan.
"Tidak ada keluhan. Rasanya agak ada pusing sedikit tapi ya tidak apa-apa," kata Arif.
Arif mengungkapkan sudah datang sejak pagi ke lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal di SCH. Walaupun memang agak menunggu lama proses vaksinasi berjalan lancar.
"Sudah datang dari jam 09.00 WIB pagi. Tadi antre dulu di bawah, terus verifikasi dan skrining sebelum vaksin lalu disuntik," ucapnya.
Baca Juga: 26 Ribu Warga dan Pekerja di Sanur Bali akan Suntik Vaksin COVID-19
Disebutkan Arif, ia dan rekan-rekan anggota Satpol-PP Sleman lainnya memang sudah direncanakan dan diarahkan oleh kantornya untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 ini. Maka dari itu mereka sudah sejak beberapa waktu lalu mendaftar terlebih dulu.
"Diminta kantor [untuk vaksinasi] akhirnya datang ke sini [SCH], tapi memang sebelumnya juga sudah daftar," sebutnya.
Dengan program vaksinasi Covid-19, Arif berharap dapat melindungi diri sendiri dan orang lain dari paparan virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal yang dilakukan di pusat perbelanjaan ini dapat lebih meningkatkan minat masyarakat untuk divaksin. Selain itu juga pemilihan tempat ini agar bisa membuat masyarakat lebih teredukasi dan tidak memberikan rasa takut yang berlebihan kepada masyarakat soal vaksin Covid-19.
Sedangkan untuk para pegawai, Joko menilai, vaksinasi Covid-19 ini dapat disikapi sebagai langkah yang baik untuk melaksanakan tugas melayani masyarakat. Serta juga mendukung pemulihan ekonomi agar dapat semakin bergerak.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Kunker ke Semarang, Cek Vaksinasi Covid-19 Tokoh Agama
"Intinya vaksin ini gerakan kita bersama, untuk kita semua sehat bersama," tegas Joko.
Berita Terkait
-
Dihadiri 3500 Orang, Sleman City Hall Gelar A Great Business Talk: Change, Chance, Choice
-
Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!
-
Pesta Seks Selama Pandemi dan Kebohongan Vaksin Covid-19, Dokter di New York Terancam Penjara!
-
SCH Kembali Hadirkan Tirta Lies Bakmi Festival, Festival Bakmi Terbesar Se-Indonesia
-
Kemenkes Bantah Adanya Detoksifikasi Vaksin Covid-19, Definisinya Beda Jauh
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan