"Kalau dari angka di dua minggu terakhir ada tambahan di obyek yang dikelola pemerintah. Terutama di Parangtritis ada lonjakan pengunjung," ujar Kwintarto saat dihubungi wartawan Kamis (11/3/2021).
Program vaksinasi secara nasional diharapkan akan mencapai seluruh masyarakat nasional. Sehingga harapannya jika ada pelaku wisata yang tidak menerima vaksin dari program dinas pariwisata bisa menerima vaksin dari program lainnya.
Secara prinsip pihaknya akan terus melakukan pengusulan dan melakukan pendataan kepada pelaku usaha terkait penerimaan vaksin. Harapannya semua yang melakukan pelayanan dapat menerima vaksin terlebih dahulu.
"Mudah-mudahan vaksin ini efektif untuk menangkal corona. Yang kedua lalu tumbuh kepercayaan dari semua sektor tidak hanya personal tapi juga pemangku kebijakan," tukasnya.
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun
-
BRI Umumkan Dividen Rp52,1 Triliun, Didukung Laba Rp56,65 Triliun