Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 04 April 2021 | 19:25 WIB
Suasana rumah terduga teroris DS (38) saat didatangi wartawan di Padukuhan Jombor RT 6, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, Minggu (4/3/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, kembali mengamankan seorang pria terduga teroris keempat kalinya di Kabupaten Bantul, Minggu (4/4/2021) pagi. Pria berinisial DS (38) diamankan di wilayah Pleret dan tim Densus 88 melakukan penggeledahan di rumahnya, Padukuhan Jombor RT 6, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul.

Istri DS, FT (38) saat ditemui di kediamannya mengaku jika DS yang saat itu sedang bersama dia diamankan oleh beberapa petugas polisi saat berada di Pleret, Kabupaten Bantul.

"Sekitar pukul 09.00 wib jika tidak salah. Jadi saya sama suami saya kan mencari soto di Pleret. Setelah itu ada orang Intel atau apa ya, mendatangi kami. Saya dibawa ke Polres Bantul, suami dibawa ke Polda DIY," terang FT ditemui SuaraJogja.id, Minggu.

Ia menjelaskan setelah dibawa ke Polres Bantul, FT diajak menjadi saksi penggeledahan rumahnya di Jomboran. Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 12.30 wib.

"Banyak polisi tadi yang datang ke sini, ada sekitar 30 orang, petugas juga ada yang membawa senjata lengkap, tim Densus ikut menggeledah," terang dia.

Penggeledahan dilakukan selama hampir dua jam. Pukul 14.00 wib, kata FT, petugas polisi selesai, dan mulai meninggalkan lokasi.

"Polisi bilang ke saya suami diamankan terkait Densus, katanya ada arah ke sana (terduga teroris). Sekitar pukul 14.00 wib penggeledahan selesai," ujar dia.

FT melanjutkan sejumlah barang dibawa oleh tim Densus 88. Mulai dari buku, kaset CD Sirah Nabawwiyah, busur panah, dan juga ketapel.

"Ada juga seragam taekwondo anak saya, tapi saya bilang itu bukan punya suami saya, jadi tidak ikut dibawa. Selain itu ada golok buat memangkas dahan pohon, baru saya beli dan ikut diamankan," terang dia.

Baca Juga: Digeledah Densus 88, DK Terduga Teroris di Bantul Kerap Isi Khotbah Jumatan

FT mengaku tidak ada barang-barang yang mengarah pada bahan peledak maupun senapan. Dirinya mengaku jika suaminya tak pernah menyimpan barang-barang tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa suaminya dibawa oleh aparat dalam kondisi sakit. FT menjelaskan jika suaminya terindikasi mengalami asam lambung.

"Saya khawatir dengan kondisinya, kemarin itu dia diperiksa katanya asam lambung, sakitnya sekitar Desember 2020 lalu. Tapi sakit pastinya belum diketahui. Saat ini masih tahap pemulihan tapi malah ada kejadian seperti ini," terangnya.

Ia menambahkan, ayah dua anak tersebut pernah bekerja di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Namun sudah keluar dari tempat kerjanya tujuh bulan lalu.

"Dia sudah resign lama. Dulunya menjadi bendahara di LSM itu. Jadi setelah keluar, saat ini tidak bekerja lagi dan hanya di rumah saja," ujar dia.

DS kata istrinya merupakan sosok yang baik. Dirinya tak pernah berperilaku mencurigakan dan selalu bergaul dengan orang disekitarnya.

Load More