SuaraJogja.id - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri, kembali mengamankan seorang pria terduga teroris keempat kalinya di Kabupaten Bantul, Minggu (4/4/2021) pagi. Pria berinisial DS (38) diamankan di wilayah Pleret dan tim Densus 88 melakukan penggeledahan di rumahnya, Padukuhan Jombor RT 6, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul.
Istri DS, FT (38) saat ditemui di kediamannya mengaku jika DS yang saat itu sedang bersama dia diamankan oleh beberapa petugas polisi saat berada di Pleret, Kabupaten Bantul.
"Sekitar pukul 09.00 wib jika tidak salah. Jadi saya sama suami saya kan mencari soto di Pleret. Setelah itu ada orang Intel atau apa ya, mendatangi kami. Saya dibawa ke Polres Bantul, suami dibawa ke Polda DIY," terang FT ditemui SuaraJogja.id, Minggu.
Ia menjelaskan setelah dibawa ke Polres Bantul, FT diajak menjadi saksi penggeledahan rumahnya di Jomboran. Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 12.30 wib.
"Banyak polisi tadi yang datang ke sini, ada sekitar 30 orang, petugas juga ada yang membawa senjata lengkap, tim Densus ikut menggeledah," terang dia.
Penggeledahan dilakukan selama hampir dua jam. Pukul 14.00 wib, kata FT, petugas polisi selesai, dan mulai meninggalkan lokasi.
"Polisi bilang ke saya suami diamankan terkait Densus, katanya ada arah ke sana (terduga teroris). Sekitar pukul 14.00 wib penggeledahan selesai," ujar dia.
FT melanjutkan sejumlah barang dibawa oleh tim Densus 88. Mulai dari buku, kaset CD Sirah Nabawwiyah, busur panah, dan juga ketapel.
"Ada juga seragam taekwondo anak saya, tapi saya bilang itu bukan punya suami saya, jadi tidak ikut dibawa. Selain itu ada golok buat memangkas dahan pohon, baru saya beli dan ikut diamankan," terang dia.
Baca Juga: Digeledah Densus 88, DK Terduga Teroris di Bantul Kerap Isi Khotbah Jumatan
FT mengaku tidak ada barang-barang yang mengarah pada bahan peledak maupun senapan. Dirinya mengaku jika suaminya tak pernah menyimpan barang-barang tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa suaminya dibawa oleh aparat dalam kondisi sakit. FT menjelaskan jika suaminya terindikasi mengalami asam lambung.
"Saya khawatir dengan kondisinya, kemarin itu dia diperiksa katanya asam lambung, sakitnya sekitar Desember 2020 lalu. Tapi sakit pastinya belum diketahui. Saat ini masih tahap pemulihan tapi malah ada kejadian seperti ini," terangnya.
Ia menambahkan, ayah dua anak tersebut pernah bekerja di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Namun sudah keluar dari tempat kerjanya tujuh bulan lalu.
"Dia sudah resign lama. Dulunya menjadi bendahara di LSM itu. Jadi setelah keluar, saat ini tidak bekerja lagi dan hanya di rumah saja," ujar dia.
DS kata istrinya merupakan sosok yang baik. Dirinya tak pernah berperilaku mencurigakan dan selalu bergaul dengan orang disekitarnya.
Berita Terkait
-
Terduga Teroris Bekasi Ngaku Berencana Serang Etnis Tionghoa
-
Terduga Teroris Bekasi Ingin Bom Pom Bensin Tuntut Habib Rizieq Bebas
-
Blak-blakan Terduga Teroris, Simpatisan FPI yang Ingin Ledakan Bisnis China
-
Target Operasi Terduga Teroris Bekasi Terbongkar
-
Demi Tuntut HRS Bebas, Terduga Teroris Bambang Setiono: Saya Mau Bom SPBU
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha