Termasuk semisal dengan merendam produk tersebut di akuarium kecil, baik produk yang utuh dan pecahan. Hingga sekarang sudah berjalan 2-3 bulan dan hasilnya tidak ada butiran pasir yang lepas di dalam air.
"Saya taruh ikan, ikan pun hidup. Kalau biasanya kalau direndem terlalu lama itu mrukul [butiran pasir lepas] gitu ya ini enggak. Juga kalau plastik lain kelihatan plastik sekali berkilau dan licin kalau ini tidak," ungkapnya.
Disampaikan Tri bahwa latar belakang penelitian menyebabkan semua alat yang dikembangkan pun dilakukan sendiri. Termasuk salah satunya dengan mesin produksi yang ada saat ini.
Bermula dari skala laboratorium hingga terus dikembangkan mencapai skala kecil saat ini. Modifikasi terus menerus dilakukan untuk menciptakan suatu alat produksi yang lebih mumpuni lagi.
"Jadi ini modifikasi hasil kita sendiri. Semua mandiri yang kami kembangkan juga hanya skala lab terus kita tetep coba buat yang besar-besar tapi ya masih kapasitas kecil dan mesin press juga alakadarnya," terangnya.
Kendati begitu, pihaknya punya tujuan ke depan bahwa teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk masyarakat luas. Termasuk untuk solusi sampah plastik yang benar-benar ampuh dan tidak hanya menunda masalah.
Selanjutnya juga diharapkan dalam waktu dekat ini ada dukungan untuk pengembangan mesin produksi. Dalam artian pengembangan mesin dengan sistem yang sudah terintegrasi.
"Ya ke depan harapannya tentu teknologi ini bisa dimanfaatkan dan manfaatnya dirasakan orang banyak. Tidak hanya orang kota tapi juga orang desa. Artinya bisa digunakan untuk jalan pertanian, jalan lingkungan dan sebagainya," harapnya.
Terlebih juga desa-desa yang mempunyai wisata atau berkonsep desa wisata. Dari sana bukan tidak mungkin akan banyak sampah plastik yang bisa dimanfaatkan.
Baca Juga: Lebih Kuat dan Awet, Segini Harga Paving Block Bahan Dasar Limbah Plastik
Jika hal itu bisa dilakukan tentu saja lingkungan akan bersih dari sampah plastik, lingkungan terjaga dan tentu manfaat juga kembali lagi dirasakan oleh desa.
"Kami berhadap, daerah terendah itu bisa memanfaatkan dan merasakan. Desa ada sampah dikelola sendiri, diolah digunakan sendiri jadi muter. Kami pengennya menggandeng dari level bawah hingga ke atas tentu dengan mempertimbangkan kemampuan supplai alat plastiknya. Semoga ada respon dari baik pemerintah desa, daerah, dan lain-lain," ucapnya.
Tidak dipungkiri memang penelitian ini banyak dilakukan di Jakarta, namun kata Tri yang juga sebagai warga Jogja menilai Jogja itu menarik. Selain sebagai destinasi wisata juga banyak orang kreatif serta tentu dengan masalah sampahnya.
"Penelitian kami banyak di Jakarta. Tapi sebagai warga Jogja, Jogja itu kan menarik. Menariknya sebagai destinasi wisata, banyak orang kreatif dan pintar dan masalah sampah kita tahu, begitu TPA ditutup semua heboh. Jadi itu kita angkat dari Jogja dulu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Lebih Kuat dan Awet, Segini Harga Paving Block Bahan Dasar Limbah Plastik
-
Lembaga Penelitian Desaku Manfaatkan Limbah Plastik Gantikan Semen
-
Inspiratif! Pria Buleleng Sulap Sampah Plastik Jadi Karya Bernilai Tinggi
-
Cara Kreatif Converse All Stars Perangi Pulau Sampah di Samudra Pasifik
-
Kurangi Plastik, Ritel Kecantikan Ini Hilangkan Kemasan yang Tak Perlu
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan
-
Menjajal 5G di Kereta Jogja-Solo, XLSMART Tembus 200 Mbps
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB