SuaraJogja.id - PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto Yogyakarta memastikan tetap beroperasi selama masa larangan mudik momen Labaran 2021 tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang. Kendati begitu Bandara Adisutjipto tetap akan menyesuaikan waktu operasional guna mendukung aturan larangan mudik itu.
General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama menilai bahwa keputusan ini sebagai upaya untuk turut menekan angka penularan Covid-19. Terlebih dengan meminimalkan resiko penyebaran dengan masyarakat yang tidak mudik.
“Kami selaku pihak penyelenggara sarana transportasi udara, mendukung sepenuhnya arahan pemerintah untuk meniadakan kegiatan mudik di tahun ini.” kata Pandu, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/5/2021).
Lebih lanjut nantinya penyesuaian jam operasional tersebut akan diatur menjadi pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB saja. Penyesuaian itu akan dilakukan selama masa pelarangan mudik lebaran.
Penyesuaian waktu operasional itu dipangkas menjadi lebih singkat. Dikatakan Pandu bahwa waktu operasional Bandara Adisutjipto sebelumnya adalah antara pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB.
“Penyesuaian ini kami lakukan agar kami tetap bisa melayani perjalanan udara bagi calon penumpang perjalanan udara non-mudik, sesuai dengan Surat Edaran Kasatgas Penanganan Covid-19 nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik," tuturnya.
Dijelaskan Pandu, di dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 nomor 13 tahun 2021 tersebut memang terdapat beberapa pengecualian bagi pelaku perjalanan dengan tujuan tertentu.
Di antaranya yaitu pelaku perjalanan udara dengan alasan pekerjaan bagi ASN, Pegawai BUMN/BUMD, atau Karyawan Swasta. Kelompok pekerjaan tersebut juga tetap wajib menunjukkan surat perjalanan yang sah dari Pejabat Setingkat Eselon II atau Pimpinan Perusahaan.
Terdapat pula pengecualian bagi pekerja di sektor informal tepatnya dengan kepentingan kekeluargaan. Mulai dari mengunjungi keluarga yang meninggal atau sakit, ibu hamil dan kepentingan persalinan.
Baca Juga: Ada Larangan Mudik, Pengunjung Mal Diprediksi Bakal Membludak
Mereka juga wajib menunjukkan surat keterangan dari Kepala Desa atau Kelurahan.
"Para pelaku perjalanan non-mudik tetap harus melampirkan dokumen kesehatan sebagai syarat melakukan perjalanan udara," ujarnya.
Lebih lanjut, Pandu menuturkan terdapat beberapa persyaratan lain bagi pelaku perjalanan yang menuju ke pulau Bali. Termasuk dengan menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 baik dengan tes PCR atau antigen yang masih berlaku yakni 2x24 jam.
Hasil bebas Covid-19 menggunakan metode tes GeNose pun juga diperbolehkan. Dengan syarat atau masa berlaku yang lebih pendek yakni sampel diambil 1x24 jam sebelum keberangkatan.
“Dengan adanya penyesuaian waktu operasional Bandara Adisutjipto, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku saat ini. Marilah bersama-sama memutus rantai penularan virus Covid-19 di Indonesia dengan tidak mudik,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Hanya di YIA, Bandara Adisutjipto Mulai Terima Layanan GeNose C19
-
Antusiasme Tinggi, Antrean Vaksinasi di Bandara Adisutjipto Sempat Mengular
-
Mulai 29 Maret Seluruh Penerbangan di Bandara Adisutjipto Pindah ke YIA
-
Sampai 30 Maret, Tak Ada Penerbangan Internasional di Bandara Adisutjipto
-
Pindahan dari Bandara Adisutjipto ke YIA Tetap Dilaksanakan Akhir Maret
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
-
Tiga Petani Sleman Tersambar Petir saat Berteduh di Gubuk Tengah Sawah, Dua Orang Meninggal Dunia
-
Gara-gara Ikan di Pemancingan, Warga Gunungkidul Saling Lapor ke Polisi
-
1.155 Pelanggar Terjaring di Bantul: Ini 3 Pelanggaran Paling Dominan
-
Wings Air Kembali Buka Lagi Rute Jogja-Bandung, Cek Jadwal Lengkapnya