Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Sabtu, 22 Mei 2021 | 13:26 WIB
Ilustrasi ujian ASPD/ sekolah (pixabay)

"Namun kami mengimbau siswa untuk berdoa di masing-masing rumah bersama orang tuanya," ucapnya.

Sementara untuk try out, sekolah tak mengadakan try out tatap muka dengan siswa dalam jumlah banyak. Melainkan hanya membuka konsultasi belajar melalui daring, menggunakan kanal Zoom Meeting, bagi siswa yang membutuhkan konsultasi belajar.

"Kalau di SD Sidorejo, jika ada siswa yang pertemuan virtual tidak bisa, kami melakukan pertemuan tatap muka, tetapi harus terbatas. Maksimal hanya lima anak," terang dia.

Kendati membuka kesempatan konsultasi belajar tatap muka bagi lima anak, sekolah betul-betul memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Terketuk Bantu Palestina, Ibu di Sleman Donasikan Mobil Pribadinya

Siswa yang datang ke sekolah diukur suhu badannya, cuci tangan, wajib pakai masker dan jaga jarak. Pertemuan situasional itupun hanya berlangsung 1,5 jam.

"Jadi kalau memang ada anak yang benar-benar belum mampu mengikuti pembelajaran virtual, ya kami mempersiapkan waktu, kesepakatan orang tua dan izin orang tua. Selama orang tua tidak mengizinkan, kami enggak berani untuk melaksanakan itu," ucapnya.

Apa yang diungkapkan Ustadiyatun ditambahkan dengan pernyataan dia, bahwa sekolah telah memegang surat pernyataan izin dari orang tua 60 siswa peserta ASPD.

"Pengambilan soal dan pengembalian di Pokja juga ada jadwal giliran. Untuk mencegah kerumunan," terangnya. 

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga: MUI Sleman Serukan Warga Galang Dana Bagi Palestina

Load More