SuaraJogja.id - Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bantul mengadukan soal pemakaman jenazah Covid-19 tanpa protokol kesehatan (prokes) di Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan ke Polres Bantul. Sejumlah satuan tugas (Satgas) Covid-19 Bantul yang tergabung dalam FPRB di Kalurahan Trimurti mendapat penolakan dari warga saat akan membantu pemakaman.
Ketua FPRB Bantul, Waljito mengatakan bahwa alasan sejumlah warga menolak karena pemakaman dengan prokes tak sesuai dengan syariat Islam.
"Mereka menolak pemakaman dengan menerapkan prokes. Jadi hal itu tidak sesuai dengan syariat Islam, jika membaca dari Fatwa MUI nomor 18/2020 pemakaman pasien yang positif covid-19 harus sesuai prokes," jelas Waljito ditemui wartawan di Mapolres Bantul, Rabu (2/6/2021).
Ia mengatakan bahwa pasien tersebut meninggal di RS dan secara jelas terkonfirmasi Covid-19. Keluarga pasien juga sudah menerima dengan hasil tersebut. Namun diduga ada warga yang diduga mengintervensi pemakaman dengan prosedur Covid-19.
"Keluarga juga sudah menerima tapi saat petugas mengantar ke tempat pemakaman, ada orang-orang yang sengaja mengintervensi. Kami juga kesulitan untuk masuk untuk membantu pemakaman," terang Waljito.
Pihaknya meminta kepolisian terutama Polres Bantul untuk menyelidiki persoalan tersebut. Jika memang terdapat orang yang memprovokasi hal itu harus diusut.
"Kami minta pada polisi untuk memanggil orang-orang yang melakukan provokasi kepada warga untuk menolak pemakaman Covid-19 tanpa prokes. Dalam hal ini, polisi juga salah satu pilar penegakkan hukum Covid-19," terang dia.
Waljito menilai jika tak ada penegakkan hukum secara tegas, hal ini mengakibatkan warga abai dan peningkatan kasus Covid-19 akan bertambah di Bumi Projotamansari.
"Kami akan menjadi berat dan sulit ketika di jalan dibenturkan oleh masyarakat yang tidak percaya terhadap Covid-19. Jika ini tidak mendapat tindakan yang tegas, maka saya khawatir warga cenderung mengabaikan tentang protokol kesehatan," ujar dia.
Baca Juga: Lansia Asal Trimurti Meninggal karena Covid-19, Pemakaman Tak Sesuai Protokol
Carik (Sekretaris) Kalurahan Trimurti Heri Purwanto menjelaskan bahwa pihak Kalurahan yang datang ke tempat pemakaman di wilayah Padukuhan Lopati untuk memastikan persoalan yang terjadi juga mendapat penolakan warga.
"Saya datang ke tempat pemakaman. Tetap ada penolakan-penolakan bahkan ada yang namanya Asman (orang yang diduga provokator) mengatakan penguburan jenazah (dengan prokes) itu seperti kucing ngising (BAB). Itu yang saya hadapi," kata Heri ditemui di Mapolres Bantul.
Heri menjelaskan bahwa pihak keluarga awalnya sudah menerima jika pemakaman dilakukan sesuai Prokes. Selain itu satgas Covid-19 Kalurahan sudah siap membantu pemakaman.
Pemakaman juga masih menggunakan peti jenazah. Heri mengatakan shalat jenazah dilakukan warga saat jenazah masih berada di dalam mobil ambulans.
"Peti jenazah tidak dibongkar. Jenazah juga dishalatkan saat masih di dalam mobil ambulans. Tapi saat pemakaman tidak ada yang pakai APD, yang pakai masker juga tidak ada," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia tak dimakamkan sesuai prokes di Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan.
Berita Terkait
-
Lansia Asal Trimurti Meninggal karena Covid-19, Pemakaman Tak Sesuai Protokol
-
Bantu Berdayakan Masyarakat, Disnakertrans Bantul Gelar MTU di 13 Lokasi Tahun Ini
-
Modal Hasil Jualan Bambu, Warga Piyungan Bangun Destinasi Wisata Air Batu Kapal
-
3 Pameran UMKM di Bantul Batal, Dinas Koperasi UMKM Ganti Secara Virtual
-
Gudang KUD di Bantul Dihidupkan Kembali, Sri Bisa Dapat Harga Murah Kulak Barang Dagangan
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi