SuaraJogja.id - Pemkot Yogyakarta memberikan bantuan uang tunai kepada anggota Kelompok Usaha BErsama (Kube) yang dikembangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu pedagang kecil melalui pandemi.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberikan bantuan dana sebesar Rp 500.000 kepada sejumlah pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tergabung dalam KUBE. Bantuan tersebut bukan dari dana Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) melainkan dari hasil perorangan.
Heroe sendiri menyampaikan jika dari APBD yang dimiliki Pemkot Yogyakarta sendiri masih ada beberapa kegiatan yang digunakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Misalnya saja dengan 'nglarisi' atau membelanjakan uang di pengusaha lokal serta menyediakan venue untuk membangkitkan ekonomi.
"Kami juga beri fasilitas UKM terutama ongkir dan segala macam," ujar Heroe.
Sedangkan, keterlibatan korporasi dan komunitas merupakan bagian dari komitmen bersama. Sebab, Heroe menjelaskan jika kondisi di tengah pandemi yang turut memberikan sampak besar di sektor ekonomi ini harus menjadi perhatian bersama. Terutalam ileh seluruh pemangku wilayah.
Bantuan sosial yang diberikan di Kantor Pos Kemantren Umbulharjo tersebut merupakan kerjasama dengan Humanity Inclusion. Yakni sebuah organisasi yang bergerak di bidang inklusi dan disabilitas dalam skala internasional. Kegiatan ini merupakan respon mereka atas pandemi covid yang turut mempengaruhi kelompok paling miskin.
Selanjutnya, Heroe menjelaskan jika HI memiliki konsen terhadap kelompok difabel dan kelompok bersama yang ada di KUBE. Selama ini, anggota KUBE sendiri banyak yang mengandalkan kebutuhan ekonominya dari usaha angkringan, jual makanan dan sebagainya. Sementara saat ini, jenis usaha tersebut masih terdampak pandemi.
"Kondisinya belum menggembirakan seperti sedia kala. Tapi ini bisa menambah nafas agar usaha bisa diperpanjang," ujarnya.
Heroe berharap, kegiatan ini masih bisa memberikan kesempatan pengusaha untuk menangkap momentum peningkatan ekonomi. Ia juga berpesan kepada anggota KUBE yang mendapatkan bantuan agar bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Selanjutnya, ia juga kembali menegaskan agar protokol kesehatan dijalankan dengan baik dan benar.
Baca Juga: Kasus Korupsi Bansos Covid-19 di KBB, Kepala Inspektorat Diperiksa KPK Hari Ini
Country coordinato HI Indonesia, Swetika Saptyono menyampaikan jika pemberian bantuan tersebut hanya salah satu dari rangkaian kerjasama anatara pihaknya dengan DP3AP2KB Kota Yogyakarta. Bantuan tersebut juga sudah berjalan sejak bulan Mei 2021. Yakni adanya pelatihan dan pendampingan secara intens.
"Gimana cara KUBE bisa berstrategi di situasi pandemi, salah satunya dengan internet marketing. Bukan hanya skill tapi produknya juga," kata Swetika menjelaskan program pelatihannya.
Tidak hanya memberikan bantuan dana, HI juga bekerjasama dengan DP3AP2KB untuk memberikan pelatihan serta pendampingan secara intens. Swetika menyampaikan, jika target tujuannya adalah 400 orang atau 40 kelompok. Mencakup kawasan Gunung Kidul dan Bantul. Sementara nominal untuk per orangnya adalah Rp 500.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
BEM UGM Resmi Berubah Nama Jadi Serikat Mahasiswa
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana