SuaraJogja.id - Pemkab Sleman membeberkan penyebab belum dicairkannya insentif tenaga kesehatan di masa Covid-19.
Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Muhammad Aji Wibowo mengatakan, total Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan jatah anggaran Rp133,7 miliar untuk penanganan Covid-19.
"Penggunaan anggaran dibagi dalam tiga bidang, kesehatan, penanganan dampak ekonomi, bantuan sosial," ujarnya, Selasa (8/6/2021).
Penanganan Covid-19 di bidang kesehatan meliputi obat-obatan, kebersihan, APD, jasa relawan, pemakaman, barang keperluan isolasi mandiri, makan-minum tamu, bahan kebersihan di BPBD dan Satuan Polisi Pamong Praja. Kebutuhan tersebut membutuhkan dana Rp56,8 miliar dan baru terserap Rp8,5 miliar.
Anggaran bidang kesehatan juga diperuntukkan sebagai dukungan untuk program vaksinasi. Berupa insentif nakes di 26 Puskesmas dan dua RS sebesar Rp36,1miliar. Untuk pos ini, baru digunakan Rp450 juta.
"Apa kendalanya? Kendalanya juklak dan juknis dari Kemenkes yang belum jelas, belum sampai ke daerah. Padahal juknis dan juklak sangat diharapkan, karena terkait SPJ penggunaan anggaran. Utamanya lagi, untuk pencairan insentif bagi vaksinator," terangnya.
Selain kesehatan, anggaran penanganan dampak ekonomi Covid-19 dialokasi sebanyak Rp30,2 miliar. Diperuntukkan bagi pelatihan para pencari kerja oleh Dinas Tenaga Kerja Sleman; fasilitasi pemasaran UMKM oleh Dinas Koperasi dan UKM Sleman; ketersediaan bantuan benih ikan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman.
Namun, anggaran untuk penanganan ekonomi terdampak Covid-19 itu baru terserap Rp7,9 miliar.
Bidang terakhir, bantuan sosial. Ada anggaran sebesar Rp10,5 miliar yang dialokasikan, untuk membiayai jadup penanganan isolasi pasien, opname pasien positif Covid-19, dan membantu keluarga pasien. Baru terealisasikan Rp565 juta.
Baca Juga: Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sleman, Sekda: Komunikasi Semua Lini Kita Perbaiki
"Maka dari total anggaran Rp133,5 miliar, baru terealisasi Rp17,5 miliar, terhitung hingga 31 Mei 2021," ungkapnya.
Kepala BKAD Sleman Haris Sutarta mengatakan, belum adanya juklak dan juknis pencairan dan pendistribusian insentif nakes, membuat Pemkab Sleman belum berani menyalurkannya.
"Kalau untuk insentif vaksinator bisa direalisasikan [terdistribusi], maka realisasi anggaran [penanganan Covid-19] dapat beriringan," tuturnya.
Sleman Dapat Satu Lagi Tambahan Selter
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan, Pemkab Sleman kini mendapat satu lagi bantuan selter dari pihak luar.
Setelah sebelumnya dibantu oleh Unisa dan UII dalam penyediaan selter bagi pasien positif Covid-19, Pemkab Sleman mendapat bantuan selter dari sebuah perusahaan perbankan.
Berita Terkait
-
Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sleman, Sekda: Komunikasi Semua Lini Kita Perbaiki
-
Warga Luar DIY Ingin Sekolahkan Anak ke Sleman? Wajib Ikut ASPD dan Serahkan Berkas Asli
-
Insentif Nakes Wisma Atlet, Kepala BNPB Klaim 90 Persen Sudah Selesai
-
Insentif Disunat hingga Rp 10 Juta, Nakes Dipaksa Bungkam
-
Selain Perawat, Dokter yang Perjuangkan Insentif Covid-19 Juga Dibungkam
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY