Di balik kegagalannya yang membuat pemenang berbagai kompetisi debate ini terpuruk, Rifky bersyukur kedua orangtuanya tetap memberikan dukungan. Meski anak semata wayangnya gagal, ayah dan ibu Rifky tidak menganggap putra mereka sebagai sosok yang gagal menjalani hidup. Justru lingkungan Rifky membesarkan hatinya dengan mengatakan jika kegagalannya adalah bagian atau proses dari kehidupan itu sendiri.
Untuknya yang masih berusia 17 tahun kala itu, mendengar dirinya gagal seolah dunianya terbalik atau berputar 180 derajat. Selama masa SMA, Rifky dan teman satu timnya banyak menorehkan prestasi. Ia bahkan selalu diapresiasi dan dipuji orang sekelilingnya. Kegagalan menjalani ujian adalah kegagalan terburuk pertama yang dijalani Rifky selama 17 tahun hidup dulu.
Ia merasa sangat terkejut dan sedih. Terutama ketika melihat air mata ibunya menetes akibat hal itu. Beruntungnya, ia dikelilingi oleh orang-orang yang tak lelah membagikan dukungan. Satu hal yang baru ia tahu dewasa ini, wali kelasnya saat SMA bahkan melindungi Rifky agar jangan sampai kegagalan yang membuatnya terpuruk itu diekspos oleh media.
Sebagai anak satu-satunya, sejak kecil Rifky selalu merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik dan kebanggaan bagi pasangan suami istri yang telah melahirkan dan membesarkannya hingga kini. Beruntungnya, saat itu ada ujian ulangan yang membantu Rifky agar bisa dinyatakan lulus dari jenjang menengah ke atas.
Baca Juga: Virus Corona Bermutasi, Dosen UGM Sebut Transimisi ke Manusia Lebih Tinggi
Satu bulan setelahnya, pada bulan Mei 2010 di tanggal awal pelaksaan UN, Rifky menjalani ujian ulangan untuk mata pelajaran matematika. Demi menebus kegagalanny, bapak satu orang anak ini belajar mati-matian dari pagi sampai petang. Ia juga mendaftarkan diri di bimbingan belajar untuk menambah persiapannya.
Dalam masa-masa dirinya mencoba bangkit dari keterpurukan, Rifky mencoba membaca biografi dari berbagai tokoh sukses yang juga pernah mengalami kegagalan. Seperti Thomas Alfa Edison dengan 1000 percobaannya menemukan lampu. Kemudian Bill Gates yang sempat dikeluarkan dari universitas dan juga Steve Jobs ditendang dari kampungnya sendiri.
"Saya semacam mencari harapan dari kisah-kisah oranglain. Kalau boleh jujur, ini juga alasan saya kenapa akhirnya membuka kisah ini," kata Rifky.
Selain teman dan keluarga terdekat, sejatinya tidak banyak yang tahu mengenai fase terpuruknya Rifky saat gagal menempuh ujian. Setelah berlalu sepuluh tahun lamanya, dan mengingat bagaimana kisah kegagalan orang lain memberikan harapan untuknya, Rifky lantas ingin juga membeberkan kisahnya. Ia berharap kisah gagalnya ini bisa memberikan harapan untuk orang yang sedang putus asa atau merasa gagal.
Meski sempat gagal ujian, Rifky sebenarnya sudah diterima di Fakultas Hukum UGM melalui International Undergraduate Program. Kecintaannya kepada dunia hukum datang dari berbagai lomba debate yang diikuti. Berbagai mosi yang digunakan dalam kompetisi banyak datang dari bidang hukum. Hal itulah yang menuntun Rifky akhirnya memilih menjadi mahasiswa hukum dan menuntaskannya tepat selama empat tahun.
Baca Juga: Dosen UGM Ungkap Isi Buku Bacaan Anies Baswedan, Warganet Teringat FPI
Selesai menempuh jenjang strata satu, Rifky sempat mengabdi sebagai pengacara di Assegaf Hamzah and Partners. Dua belas bulan berlalu, pria yang senang berdiskusi dan membagikan pengetahuannya ini merasa lebih menyukai dunia pendidikan. Rifky merasa, untuk jangka panjang dirinya memiliki minat di dunia pendidikan. Setelah berdiskusi dengan Dekan Fakultas Hukum, Rifky akhirnya diberi tanggung jawab sebagai asisten dosen.
Berita Terkait
-
Hasan Nasbi Beri Saran Teror Kepala Babi ke Tempo Dimasak, Dosen UGM: Pejabat Begini Menyedihkan
-
Nyelekit! Dosen UGM Kritik Pemerintah: Surat Lamaran CPNS Tak Perlu Pakai e-Meterai!
-
Blak-blakan Dosen UGM, Ada Operasi yang Menahan Civitas Akademika Kritik Jokowi Soal Pemilu
-
Profil Eric Hiariej: Kakak Eddy Hiariej Dipecat dari UGM karena Kasus Pelecehan Seksual
-
Abigail Manurung Makin Viral Usai Konten Bercyanda, Dosen UGM Curhat Begini di Twitter
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan