Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Jum'at, 11 Juni 2021 | 16:57 WIB
Dosen Fakultas Hukum UGM Muhammad Rifky Wicaksono ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/6/2021). - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

"Jadi itu juga kesempatan luar biasa dari beliau. Saya sangat berterimakasih. Karena biasanya untuk bisa jadi asisten pun orang harus S2 dulu," cerita Rifky dengan mata berbinar mengingat momen membahagiakan itu.

Tidak berdiam diri, pada saat yang sama Rifky juga mendaftarkan diri untuk program beasiswa Jardine Foundation. Sembilan bulan Rifky tinggal di negara orang untuk menempuh pendidikan di Oxford University, suami dari Intan Aisha Humairah Rizquha ini mendapatkan gelar Magister Juris dari University of Oxford pada 2017.

Selanjutnya pada tahun 2020 kemarin, di tengah situasi pandemi Rifky kembali menjadi satu-satunya orang Indonesia yang lulus dari program Master of Laws Harvard Law School. Bahkan, ia juga mendapat gelar Dean’s Scholar Prize karena mendapatkan nilai tertinggi untuk dua mata kuliah, yaitu Mediation dan International Commercial Arbitration. Sayangnya, situasi pandemi membuat Rifky menjalani kuliah secara daring sampai lulus tanpa sempat berkunjung ke universitas almamater Barrack Obama.

Usahanya untuk bisa lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia, yakni Oxford University seolah menjadi kabar bahagia yang menyapu kekecewaan sang ibu atas kegagalannya di masa lampau. Bisa membawa kedua orangtuanya untuk mengikuti prosesi megah wisuda mahasiswa Oxford University menjadi tuas yang mengangkat batu ganjalan dari dukanya dari masa SMA.

Baca Juga: Virus Corona Bermutasi, Dosen UGM Sebut Transimisi ke Manusia Lebih Tinggi

"Saya merasa lega, sudah plong saat lulus dari Oxford kemarin. Setelah wisuda itu, ibu saking bangganya menitikkan air mata bahagia," kenang Rifky dengan nada bicara yang terdengar bahagia.

Tidak hanya sampai disitu, September 2021 mendatang Rifky akan melanjutkan pendidikan strata tiga di Oxford University. Bersama dengan anak dan istri ia akan memboyong keluarganya ke Inggris. Dibalik semua gelar yang mengharumkan namanya dan keluarganya, bagi Rifky hal yang paling penting adalah apa yang akan dilakukan dengan gelarnya.

Apa yang dia capai saat ini, adalah amanah dan tanggung jawab luar biasa. Kedepannya, Rifky ingin berkontribusi untuk negara, khususnya dalam perkembangan dan pembaharuan hukum pada persaingan usaha. Rifky juga memiliki impian di bidang pendidikan hukum. Salah satunya untuk menghasilkan buku teks untuk pengusaha.

Sebagai penganut agama Islam, motto yang dipegang Rifky ketika melalui masa-masa sulit adalah QS Al-Baqarah Ayat 286. Dimana dalam ayatnya diartikan, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan."

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Baca Juga: Dosen UGM Ungkap Isi Buku Bacaan Anies Baswedan, Warganet Teringat FPI

Setelah 34 menit berbincang dalam ruangan berukuran 2x3 meter, Rifky akhirnya harus kembali melanjutkan aktivitas di tengah jadwalnya yang sibuk. Selain mengajar di bidang Hukum Persaingan Usaha dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, Rifky juga harus mengikuti beberapa pertemuan dan wawancara lainnya.

Load More