SuaraJogja.id - Kasus Covid-19 di DIY kembali memecahkan rekor. Kalau beberapa waktu terakhir kasus Covid-19 di DIY bertambah signifikan hingga 400 pasien per harinya, maka berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Pemda DIY pada Rabu (16/6/2021) tercatat ada tambahan kasus baru hingga mencapai 534 kasus.
Dengan adanya tambahan kasus sebanyak itu, maka total kasus Covid-19 di DIY hingga saat ini sudah tembus di angka 50.151 kasus. Kabupaten Sleman dan Bantul masih memegang rekor tertinggi penambahan kasus baru.
Dari Sleman tercatat ada tambahan 257 kasus dan Bantul sebanyak 190 kasus. Disusul Kota Yogyakarta dengan 44 kasus, Kulon Progo 30 kasus dan Gunungkidul 13 kasus baru.
Angka kasus meninggal pun juga cukup tinggi pada Rabu ini yang mencapai 15 pasien. Sehingga total kasus meninggal di DIY mencapai 1.312 orang.
Sedangkan angka kasus sembuh bertambah 278 kasus. Dengan demikian total kasus sembuh di DIY sebanyak 44.573 kasus.
Menanggapi fenomena ini, Pemda DIY meminta rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menambah kapasitas ruangan untuk penanganan Covid-19. Sebanyak 27 RS rujukan Covid-19 di lima kabupaten/kota menyediakan minimal 30 persen kapasitas ruangan yang dikhususkan bagi pelayanan Covid-19.
"Bila dimungkinkan ada tempat ya kita tambah [kapasitasnya," ujar Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs Tri Saktiyana di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (16/06/2021).
Selain kapasitas RS, Pemda juga berupaya menambah suplai oksigen di RS rujukan Covid-19 dan fasilitas kesehatan (faskes) lain. Diantaranya dengan meminta suplier atau pemasok oksogen untuk menyedikan 80 persen pasokannya untuk keperluan gas oksigen untuk ventilator pasien.
"Karena ada rumah sakit yang kesulitan oksigen untuk memastikan kecukupan oksigen. Ketika gas oksigen tidak hanya untuk medis, tapi ketika dibutuhkan untuk medis maka perlu didahulukan," jelasnya.
Baca Juga: 16 Pegawai Dispar Kulon Progo Positif Covid-19, Kantor Tutup Hingga Jumat
Tri Saktiyana menambahkan, shelter-shelter baru untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 juga akan ditingkatkan. Pemda meminta kabupaten/kota untuk segera menambah jumlah kapasitas shelter.
"Saat ini shelter melalui dinas sosial melalui pemberdayaan di masyarakat ditambah di tingkat kapanewon (kecamatan-red)," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
16 Pegawai Dispar Kulon Progo Positif Covid-19, Kantor Tutup Hingga Jumat
-
Nilai PPKM Mikro Tak Maksimal karena Anggaran Terbatas, Satgas Covid-19 DIY Usul Jimpitan
-
Hajatan Picu Lonjakan Covid-19 Gunungkidul, Keterisian Tempat Tidur RS 2 Kali Lebih Banyak
-
Selter Wilayah Akan Kembali Digunakan, Sosromenduran Pakai Balai RW untuk Keluarga Pasien
-
Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkot Jogja Aktifkan Kembali Selter Wilayah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir