Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:10 WIB
Kepala Satpol PP DIY sekaligus Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19 DIY Noviar Rahmad - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Satgas Covid-19 DIY menyebut pelaksanaan kebijakan PPKM Mikro belum berjalan maksimal. Sejumlah kendala dinilai melatarbelakangi hal tersebut, termasuk salah satunya terkait dengan biaya operasional yang masih terbatas.

"Dari satgas itu tidak ada pembiayaan hingga ke tingkat RT. Memang ada Linmas dan Jagawarga dari Satpol PP. Tapi operasionalnya pakai swadaya masyarakat. Sehingga tidak setiap saat penjagaannya," kata Koordinator Bidang Penegakkan Hukum Satgas Covid-19 DIY Noviar Rahmad saat dihubungi awak media, Rabu (16/6/2021).

Noviar mengatakan bahwa sebenarnya poin-poin yang terdapat di dalam kebijakan PPKM Mikro itu sudah sesuai dengan situasi wilayah DIY. Namun memang peran Satgas Covid-19 di tingkat RT itu masih terbatas.

Persoalan terkait anggaran tersebut yang perlu menjadi perhatian khusus dari pihak-pihak terkait. Mulai dari pemerintah desa hingga pengambil kebijakan tertinggi perlu kembali merumuskan jalan keluar yang baik demi mendukung kebijakan itu lebih maksimal.

Baca Juga: Hajatan Picu Lonjakan Covid-19 Gunungkidul, Keterisian Tempat Tidur RS 2 Kali Lebih Banyak

Nihilnya dukungan anggaran yang berasal dari pemerintah sendiri bukan tanpa alasan. Pasalnya disebutkan Noviar, bahkan jika memang hal itu diusulkan maka secara perhitungan biaya operasional akan terhitung terlalu tinggi.

Noviar merinci, saat ini tercatat ada 438 Kalurahan yang ada di DIY. Maka estimasi anggaran yang dibutuhkan pemerintah dalam satu bulan saja akan mencapai Rp100 miliar.

Anggaran itu dihitung berdasarkan biaya operasional baik makan dan minum setidaknya 110 anggota Linmas. Belum ditambah lagi dengan akomodasi sebesar Rp50 ribu perhari.

"Itung-itungannya seperti itu. Nah kalau berbulan-bulan kan ya nggak mungkin. Pemerintah DIY maupun Kabupaten nggak akan sanggup," ujarnya.

Kepala Satpol PP DIY itu lantas mengusulkan upaya lain untuk menutup kebutuhan biaya operasional tersebut. Salah satu saran yang diberikan adalah drngan memanfaatkan uang jimpitan dari masing-masing RT.

Baca Juga: Warga Bekasi Dilarang Nobar Piala Euro, Siap-siap Disikat Satgas Covid-19 Jika Ngeyel

"Alternatifnya seperti itu. Saya mengusulkan nanti di setiap pembekalan itu supaya operasional Linmas dan Jagawarga diambilkan dari uang Jimpitan," usulnya.

Load More