SuaraJogja.id - Menteri Kesehatan (menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut DIY menjadi satu dari dua provinsi di Indonesia yang mengalami dampak paling berat apabila lonjakan kasus COVID-19 terus saja terjadi. Laiknya DKI Jakarta, penambahan kasus baru di atas 1.000 setiap harinya membuat Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan di DIY yang selalu di atas angka 90 persen lebih membuat kedua provinsi ini kekurangan ICU di rumah sakit rujukan.
Menanggapi hal ini, Epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad saat dikonfirmasi, Selasa (13/07/2021) membenarkan pernyataan Menkes tersebut. Melihat penambahan kasus yang masih saja tinggi setiap harinya maka dikhawatirkan DIY akan mengalami krisis ICU bagi pasien COVID-19.
"Benar, kalau BOR terus tinggi ya DIY memang paling terdampak seperti yang disampaikan menkes itu," ujarnya.
Menurut Riris, penambahan kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 untuk pasien COVID-19 bisa jadi salah satu upaya mengatasi masalah tersebut. Namun persoalan itu juga tidak akan menyelesaikan masalah bila Pemda DIY tidak serius dalam penanganan COVID-19.
Sebab seberapapun penambahan kapasitas rumah sakit tanpa membatasi mobilitas warga, maka upaya tersebut tidak akan berjalan optimal. Penambahan fasilitas, termasuk rumah sakit darurat dan shelter pun sulit menjadi solusi apabila risiko penularan virus tidak diturunkan.
"Ya [penambahan kapasitas rumah sakit] tetap tidak menyelesaikan masalah jika penularan tidak diturunkan," tandasnya.
Riris menambahkan, kebijakan PPPKM Darurat di DIY yang dimulai sejak 3 Juli 2021 lalu pun dirasa tidak akan efektif bila pembatasan mobilitas tidak dilakukan secara serius. Bila PPKM Darurat hanya memindah kerumunan dari ruang publik ke tempat-tempat tersembunyi yang tidak dapat dipantau maka penularan virus masih bisa terjadi.
Apalagi berdasarkan data dari Pemda DIY menyebutkan, selama PPKM Darurat, penurunan mobilitas masyarakat DIY baru di angka sekitar 15 persen. Bila persentase tersebut tidak dinaikkan maka kebijakan tersebut juga tidak efektif.
PPKM darurat tidak bermakna, jika efektivitasnya [mobilitas masyarakat] masih sama," ujarnya.
Baca Juga: Vaksinasi Berbayar, Pakar UGM: Pemerintah Ingkar Kewajiban Jamin Kesehatan Warganya
Sebelumnya Menkes Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (13/7/2021) menyatakan tengah menyiapkan strategi untuk penanganan COVID-19 di DIY. Diantaranya mengonversi tempat tidur rumah sakit untuk dijadikan tempat tidur khusus bagi pasien Covid-19. Saat ini dari 8.247 tempat tidur, baru sekitar 2.000 yang dimanfaatkan untuk pasien COVID-19.
Konversi dilakukan hingga di angka 4.000 tempat tidur. Hal ini dilakukan untuk menekan BOR dari 90 persen ke angka 60 persen.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ini Kisah Mantri BRI Dampingi UMKM Talaud Tumbuh, Sampai Mampu Buka Lapangan Kerja
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Riset Doktor UNY Tawarkan Model Evaluasi Baru bagi Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah
-
Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!
-
BRIvolution Reignite Perkuat Bisnis Inti dan Mesin Pertumbuhan Baru BRI