Tim Satgas Kalurahan sebenarnya akan bertindak menutup sementara rusunawa tersebut atau melakukan lockdown, namun pihaknya merasa jika Rusunawa bukan kewenangan mereka melainkan kewenangan Kabupaten. Namun kekhawatiran mereka kembali terjadi.
Ayah mertua dari ibu muda ini, Mj juga mengalami pemburukan kondisinya. Pengelola rusunawa kembali menghubungi Satgas Kalurahan untuk meminta bantuan mencarikan rumah sakit. Hingga akhirnya berhasil membawa Mj ke Rumah Sakit Nur Hidayah.
"Pak Mj ini statusnya juga negatif covid19. Tetapi paru-parunya sudah penuh cairan, dan ternyata positif," terangnya.
Di RS Nur Hidayah Mj sebenarnya diminta untuk pulang karena rumah sakit tersebut tidak memiliki ruang rawat inap pasien covid-19. Pihaknya berusaha menegosiasi pihak rumah sakit agar Mj tetap dirawat di RS tersebut. Pihak RS menyetujuinya dengan catatan hanya 24 jam saja.
Selama 24 jam tersebut, pihak Puskesmas Sewon belum mendapat keputusan mau dirawat di rumah sakit mana. Hingga akhirnya mereka membawa pulang ke Sewon. Wahyudi menolak jika Mj dibawa pulang ke Rusunawa hingga akhirnya ditempatkan di Shelter.
"Jam 21.00 WIB kondisi drop. Malam itu sebenarnya RSLKC Bambanglipuro hendak menjemputnya,"ujar dia.
Namun kondisi Mj terlanjur memburuk hingga mereka terpaksa mengantarnya ke RSLKC. Saat itu, karena ketiadaan ambulans hingga akhirnya Tim Satgas Kalurahan membawa yang bersangkutan dengan mobil operasional Puskesmas yaitu mobil tenaga medis tanpa peralatan.
"Mobilnya itu di tengah juga ada kursi joknya,"kata dia.
Hingga sampailah ke RSLKC dan disambut tenaga medis di rumah sakit tersebut dengan membawa kursi roda. MJ lantas menduduki kursi roda tersebut dan dibawa ke lobi rumah sakit. Namun beberapa saat kemudian Mj meminta anggota Satgas Kalurahan yang mengantar untuk mengambil tasnya yang tertinggal di mobil.
Baca Juga: Bangun RS Tipe D untuk Tangani Covid-19, Bantul Siapkan Lahan Seluas 2.200 Meter
Relawan yang mengantarkannya tersebut langsung mengambil tas dan setelah kembali mendapati Mj sudah lemas di kursi roda. Mjpun akhirnya meninggal dunia dengan posisi terduduk di kursi roda di lobi rumah sakit.
"Sayapun marah lagi sama pihak pengelola rusunawa yang abai dengan kondisi pak Mj. Baru setelah pak Mj meninggal mereka mulai melakukan pengetatan. Gofood juga dibatasi sampai pintu. Saya prihatin dengan pengelola,"keluhnya.
Saat berusaha melakukan konfirmasi ke kepala UPTD Rusunawa dan Permakaman DPUPR Bantul, Ari Mursukapti, pesan yang disampaikan ke nomor pribadinya belum dibaca dan direspon yang bersangkutan. Termasuk ke nomor pribadi Kepala Dinas PUPR Bantul, Bobot Arifianto juga belum direspon.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
China Siapkan CanSinoBIO, Vaksin Hirup untuk Covid-19 yang Bisa Picu Antibodi
-
Banyak Warga Sleman Terpaksa Isoman, Dinkes: Kapasitas Shelter Tak Sebanding Jumlah Pasien
-
Update COVID-19 Jakarta Rabu 28 Juli: Positif 5.525, Sembuh 11.035, Meninggal 82
-
Catat! UMM Gelar Vaksinasi Agustus 2021, Targetnya 3.000 Orang
-
Tinjau Posko Isoman di Jagakarsa, Anies: Perlu Ditopang Kebutuhan Pokok dan Obat
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh