Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Rahmat jiwandono
Selasa, 24 Agustus 2021 | 09:05 WIB
Ilustrasi sekolah dibuka di tengah pandemi. (Pixabay)

Ditanya soal target, Ery mengakui belum bisa menetukan kapan PTM secara terbatas itu dilakukan kembali. Namun jika untuk vaksinasi sendiri khususnya pelajar ditargetkan selesai pada bulan Oktober.

"Kita tidak bisa menarget karena ketersediaan vaksin itu bertahap. Jadi ada setelah ada vaksin kita bergerak lagi. Tapi kemarin itu ditargetkan (selesai vaksinasi pelajar) pertengahan Oktober," ucapnya.

Saat ini pihaknya terus bergerak untuk mempercepat target capaian vaksinasi bagi para pelajar tersebut.

"Kalau vaksinasi itu berjalan terus. Kita bergerak terus. Mudah-mudahan sesuai target itu tercapai dan kalau malah sebelum pertengahan Oktober sudah selesai ya tidak apa-apa. Pokoknya kita bergerak terus," tuturnya.

Baca Juga: Usai Divaksin Dosis Kedua, Pria di Cianjur Tiba-Tiba Lumpuh

Disdik Kabupaten Sleman sendiri masih terus melakukan percepatan program vaksinasi Covid-19 kepada pelajar yang ada di wilayahnya. Hingga saat ini diperkirakan sudah sekitar 50 persen siswa-siswi di Bumi Sembada yang telah divaksinasi.

"Mungkin sudah mencapai lebih dari 50 persen (capaian vaksinasi pelajar di Sleman)," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa sekolah akan diberikan lampu hijau untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan syarat seluruh siswa telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi Covid-19 secara virtual untuk santri-santri di Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman, Kamis (19/8/2021).

Tinjuan secara virtual itu tidak hanya dilakukan di Sleman saja tetapi juga di sejumlah provinsi lain di Indonesia.

Baca Juga: Pemprov DKI Buka Vaksinasi Pfizer di 16 Fasilitas Kesehatan, Ini Lokasi dan Syaratnya

"Jadi semuanya, untuk semua pelajar di seluruh tanah air, kalau sudah divaksin silakan dilakukan langsung belajar tatap muka. Karena kan SKB 3 menteri sudah ada," kata Jokowi.

Load More