SuaraJogja.id - Menyusul turunnya PPKM jadi Level 3 di DIY, Pemkot Yogyakarta meminta warung makan dan kafe segera mengajukan QR Code ke Pemerintah Pusat lewat Pusat Data dan Informasi (Pusdatin).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan hal itu dilakukan sebagai antisipasi dan pengecekan bahwa pelanggan sudah divaksin dan aman ketika masuk ke tempat tersebut.
"Sekarang saya minta seluruh hotel, cafe tempat-tempat umum harus menyiapkan dan mengajukan registrasi kepada Pusdatin untuk memperoleh QR Code," jelas Heroe ditemui wartawan di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (7/9/2021).
Ketika pelaku usaha dan hotel sudah memiliki QR Code, pelanggan dan pengunjung harus mendownload aplikasi pedulilindungi. Ketika masuk mereka harus melakukan scan barcode sebagai bukti sudah aman dan telah divaksin.
"Dengan aplikasi itu pengguna bisa menemukan bukti vaksin, selain itu aplikasi ini juga berfungsi untuk melakukan scan barcode di lokasi-lokasi tertentu," katanya.
Ia menerangkan bahwa tak hanya menyasar warung makan dan kafe serta hotel. Pihaknya juga akan meminta pedagang angkringan untuk memiliki QR Code.
Kendati demikian, Heroe akan menerapkan di angkringan yang memiliki lokasi luas dan dapar menampung banyak pembeli.
"Yang di level 3 (PPKM) itu boleh makan jadi 60 menit kan. Jika angkringan yang kapasitas besar harus ada QR code. Ya kita lihat jumlahnya nanti," kata dia.
Pihaknya masih akan membahas mekanisme untuk penerapan scan barcode di angkringan-angkringan.
Baca Juga: PPKM di DIY Turun ke Level 3, Bupati Bantul: Tempat Wisata Segera Dibuka
Lebih lanjut, turunnya PPKM Level 3 di DIY, Pemkot Yogyakarta juga mengajukan destinasi wisata yang akan dibuka hingga perpanjangan 11 September 2021. Museum menjadi salah satu lokasi yang dibuka di Kota Pelajar.
"Destinasi wisata bisa dibuka atau tidak masih dibahas. Tapi museum boleh dibuka. Karena museum tertutup dan kita bisa mengendalikan jumlahnya (pengunjungnya)," kata dia.
Jika pengajuan pembukaan museum diterima, pengelola museum diperbolehkan mengajukan izin ke Pemkot.
"Jadi setelah mereka mengajukan pembukaan museum, kami akan cek protokol kesehatannya (penjagaan jarak dan juga fasilitas penunjang)," kata Heroe.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran